Pembakaran bahan bakar fosil seperti gas alam, batubara, minyak dan bensin akan menaikkan tingkat karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida adalah penyumbang utama efek rumah kaca dan pemanasan global. Namun anda dapat membantu untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang pada gilirannya mengurangi pemanasan global, dengan menggunakan energi lebih bijaksana.
GAS rumah kaca (GRK) sebenarnya muncul secara alami di lingkungan. GRK adalah gas-gas seperti CO2, N2O, CH4 yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca (ERK) adalah kenaikan suhu akibat pantulan panas dari bumi diperangkap oleh GRK. Dalam keadaan normal dan seimbang, ERK ini amat berguna bagi kehangatan di bumi sehingga kehidupan nyaman. Tanpa GRK dan ERK yang normal dan seimbang, temperatur rata-rata bumi akan menjadi 33 derajat Celsius lebih dingin. Akan tetapi, sekarang konsentrasi GRK menjadi lebih banyak akibat ulah manusia, seperti pembakaran bahan bakar minyak, penggundulan hutan, serta menimbun sampah sehingga berdampak terjadinya pemanasan global.
Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa.
Pemanasan global adalah peristiwa peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi GRK di atmosfer. Pemanasan ini akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti peningkatan curah hujan di beberapa belahan bumi sehingga menimbulkan bencana banjir dan longsor. Sebaliknya di belahan bumi yang lain mengalami musim kering yang berkepanjangan. Berikut adalah tindakan sederhana yang dapat anda lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global.
Reduce, Reuse, Recycle
Apakah anda pernah ambil bagian untuk mengurangi limbah dengan memilih produk yang dapat digunakan kembali, daripada yang sekali pakai (reuse = menggunakan kembali) . Membeli produk dengan kemasan minimal, termasuk ukuran ekonomi akan membantu untuk mengurangi limbah (reduce = mengurangi). Dan kapan pun anda bisa, daur ulang kertas, plastik, koran, gelas dan kaleng aluminium dari sampah anda (recycle = daur ulang). Dengan daur ulang setengah dari sampah rumah tangga Anda, maka Anda dapat mengurangi hingga 1,2 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Mengganti Bolam Lampu
Ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon kompak (CFL= compact fluorescent light). Mengganti bola lampu pijar dengan CFL akan menghemat usia pakai bola lampu. CFL juga tahan 10 kali lebih lama daripada lampu pijar, menggunakan dua-pertiga energi lebih sedikit, dan melepaskan panas 70 persen lebih sedikit.
Hemat Listrik, Saklar ”Off”
Menghemat listrik dan mengurangi pemanasan global dengan mematikan lampu ketika anda meninggalkan ruangan, dan menggunakan cahaya hanya sebanyak yang anda butuhkan. Dan ingat untuk mematikan televisi, video player, stereo dan komputer saat anda tidak menggunakan mereka. Ini juga merupakan ide bagus untuk mematikan air ketika anda tidak menggunakannya. Sementara menyikat gigi, keramas atau mencuci kendaraan anda, matikan air sampai anda benar-benar membutuhkannya. Anda akan mengurangi tagihan air dan membantu untuk melestarikan sumber daya vital.
Menanam Pohon
Jika anda memiliki lahan untuk menanam pohon, mulailah menggali. Selama fotosintesis, pohon dan tanaman lain menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Mereka adalah bagian integral dari siklus pertukaran atmosfer alami di Bumi, tetapi terlalu sedikit jumlah pohon untuk sepenuhnya melawan peningkatan karbon dioksida yang disebabkan oleh lalu lintas mobil, industri dan kegiatan manusia lainnya. Keberadaan pepohonan berfungsi untuk menjaga keseimbangan pasokan air dan juga menjaga kualitas udara dengan menyerap polutan udara seperti CO2 yang dapat mengurangi kadar GRK. Pohon adalah pabrik oksigen bagi makhluk hidup. Satu pohon besar dapat menyumbangkan oksigen untuk dua orang, sebuah pohon tunggal akan menyerap sekitar satu ton karbon dioksida selama masa hidupnya. Akar pohon berfungsi menyerap dan menyimpan air sehingga membantu kita terhindar dari banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Pepohonan yang rindang dapat berfungsi sebagai AC alami karena dapat menurunkan suhu udara di sekitarnya.
Mendorong Orang Lain untuk Melestarikan
Berbagi informasi tentang daur ulang dan konservasi energi dengan teman, tetangga dan rekan kerja. Termasuk mendorong pejabat publik untuk menetapkan program dan kebijakan yang baik untuk lingkungan. Setidaknya llangkah ini akan dapat membawa ke arah mengurangi penggunaan energi.
Mengemudi dengan Cerdas
Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai. Mobil menggunakan BBM yang sisa pembakaranya banyak menghasilkan karbondioksida,lebih baik jika perjalanan dekat kita berjalan kaki atau bersepeda saja,itu dapat mengurangi gas penyebab pemanasan global,hemat energi dan lebih sehat,kalau memaang terpaksa menggunakan kendaraan bermotor pakailah yang irit bbm dan sudah lulus standart emisi.
Gunakan Pupuk Organik
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.
Langkah-langkah ini akan membawa anda jauh ke arah mengurangi penggunaan energi. Menggunakan energi kurang, berarti mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil yang menciptakan gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.
Ramalan hancurnya Indonesia akibat kerusakan alam.
Ramalan Indonesia akan mengalami kerusakan besar di tahun 2012
Terdapat ramalan-ramalan bahwa Indonesia akan mengalami kerusakan besar antara tahun 2012- 2022, sebagai contoh : (1) Ramalan mama Loren yang menyebutkan bahwa penduduk Indonesia akan hanya tinggal 60% dari sekarang (tanpa menyebutkan alasannya kenapa). (2)Greenpeace & Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) memperkirakan hutan alam di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera akan punah, dan juga di Jawa akan menyusul. (3) Berdasarkan hal tersebut juga PBB melalui UNEP menyebutkan bahwa Orang Utan pun akan punah pada tahun tersebut.
Mungkin cukup ramala-ramalan diatas sebagai bahan pertimbangan penulisan ini, hal tersebut semuanya berpangkal tidak lebih atas masalah bisnis semata atau dikenal dengan istilah “uang“. Peningkatan permintaan akan pasokan kayu, kelapa sawit, dan kayu murah (ilegal), komoditi tambang memberikan kesempatan yang tidak dilewatkan oleh pihak-pihak Indonesia untuk mengguduli hutan Indonesia, dan lebih parahnya lagi penebangan ilegal menyerobot lahan hutan konservasi bagi hewan-hewan terancam punah di Indonesia. Berdasarkan pernyataan “Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Longgena Ginting mengatakan kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3,8 juta hektar setahun. Ini berarti semenit 7,2 hektar yang rusak” (sumber: www.tempointeraktif.com).
Berbekalkan apa yang terjadi di Indonesia :
- Penebangan hutan yang terlalu cepat. Sudah dipastikan bahwa hal ini menyebabkan kurangnya cadangan air bersih, meningginya permukaan air laut, dan kerusakan lingkungan masyarakat sekitar hutan yang telah terjadi di Indonesia.
- Eksploitasi bahan tambang. hal ini menyebabkan kerusakan lingkungan, khususnya hutan-hutan dan sungai disekitar penambangan, belum lagi penambangan ilegal yang sering menggunakan mercury sebagai zat pemisah logam yang murah namun merusak lingkungan dan meracuni penduduk.
- Eksploitasi sumber daya laut (terutama pencurian ikan). Di Indonesia terjadi banyak pencurian ikan, namun pemerintah kita sering menutup mata. Baru-baru ini saya sering melihat pembantaian ikan hiu bahkan baby-shark (bayi hiu) yang menjadi santapan lezat dikawasan pantai jakarta. Apa hubungan Hiu dengan kerusakan lingkungan? Dengan berkurangnya hiu, maka predator ikan-ikan kecil akan bertambah banyak, dan hal ini dapat meningkatkan meningkatnya jumlah alga hijau yang dapat menutupi terumbu-terumbu karang yang mengakibatkan matinya terumbu-terumbu karang. Pencurian ikan terlihat tidak berdampak besar, namun jika kita tahu bahwa sekali jaring raksasa sitebar ikan yang dicuri dapat berkisar 400 ton lebih. Selain itu pencuri ikan yang jauh-jauh datang ke Indonesia tidak akan menggunakan jaring kecil, namun bisa menggunakan jaring yang sampai ke dasar laut, hal itu dapat merusak kehidupan karang dan ikan-ikan di laut dalam Indonesia.
- Pencemaran lingkungan. Pencemaran Industri dan limbah publik menyebabkan kadar CO2 yang mengendap di lapisan Ozon meningkat dan susu serta cuaca di Indonesia semakin tidak terkendali, sudah tidak ada lagi musim hujan atau kemarau yang dapat dikendalikan menggunakan kalender di Indonesia.
- Lokasi Indonesia yang berada di pinggiran lempeng bumi (Lempeng Pasifik, Lempeng Indo- Australia, dan Lempeng Eurasia). Dalam hal ini Indonesia mengalami kerugian selain keuntungan, yaitu menjadi wilayah yang sangat rentan terhadap gempa yang dapat berakibat fatal bagi negara ini.
Selain itu pengaruh uncontrolable dari luar:
- Pemanasan global akibat kadar CO2 yang berlebihan sehingga menyerap panas yang dipantulkan bumi, maka semakin hari iklim semakin panas dan permukaan laut semakin naik. (permukaan Indonesia yang terdiri dari kepulauan kecil tidak menguntungkan).
- Baru-baru ini diketahui bahwa pencemaran khususnya gas (CO2) dapat berpindah dari negara- kenegara hanya dalam hitungan hari yang berbentuk awan coklat, sehingga Indonesia bisa saja terkena imbas dari Industrialisasi yang cepat dari Cina yang membawa limbah gas akibat pembakaran batubara ke Indonesia (sumber: Discovery Channel).
Maka berbekalkan pernyataan diatas saya dapat meniru mama Loren untuk mengatakan bahwa akan terjadi kerusakan besar di Indonesia antara tahun 2010-2020, tanpa ada maksud apapun atas pernyataan tersebut
Terdapat ramalan-ramalan bahwa Indonesia akan mengalami kerusakan besar antara tahun 2012- 2022, sebagai contoh : (1) Ramalan mama Loren yang menyebutkan bahwa penduduk Indonesia akan hanya tinggal 60% dari sekarang (tanpa menyebutkan alasannya kenapa). (2)Greenpeace & Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) memperkirakan hutan alam di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera akan punah, dan juga di Jawa akan menyusul. (3) Berdasarkan hal tersebut juga PBB melalui UNEP menyebutkan bahwa Orang Utan pun akan punah pada tahun tersebut.
Mungkin cukup ramala-ramalan diatas sebagai bahan pertimbangan penulisan ini, hal tersebut semuanya berpangkal tidak lebih atas masalah bisnis semata atau dikenal dengan istilah “uang“. Peningkatan permintaan akan pasokan kayu, kelapa sawit, dan kayu murah (ilegal), komoditi tambang memberikan kesempatan yang tidak dilewatkan oleh pihak-pihak Indonesia untuk mengguduli hutan Indonesia, dan lebih parahnya lagi penebangan ilegal menyerobot lahan hutan konservasi bagi hewan-hewan terancam punah di Indonesia. Berdasarkan pernyataan “Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Longgena Ginting mengatakan kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3,8 juta hektar setahun. Ini berarti semenit 7,2 hektar yang rusak” (sumber: www.tempointeraktif.com).
Berbekalkan apa yang terjadi di Indonesia :
- Penebangan hutan yang terlalu cepat. Sudah dipastikan bahwa hal ini menyebabkan kurangnya cadangan air bersih, meningginya permukaan air laut, dan kerusakan lingkungan masyarakat sekitar hutan yang telah terjadi di Indonesia.
- Eksploitasi bahan tambang. hal ini menyebabkan kerusakan lingkungan, khususnya hutan-hutan dan sungai disekitar penambangan, belum lagi penambangan ilegal yang sering menggunakan mercury sebagai zat pemisah logam yang murah namun merusak lingkungan dan meracuni penduduk.
- Eksploitasi sumber daya laut (terutama pencurian ikan). Di Indonesia terjadi banyak pencurian ikan, namun pemerintah kita sering menutup mata. Baru-baru ini saya sering melihat pembantaian ikan hiu bahkan baby-shark (bayi hiu) yang menjadi santapan lezat dikawasan pantai jakarta. Apa hubungan Hiu dengan kerusakan lingkungan? Dengan berkurangnya hiu, maka predator ikan-ikan kecil akan bertambah banyak, dan hal ini dapat meningkatkan meningkatnya jumlah alga hijau yang dapat menutupi terumbu-terumbu karang yang mengakibatkan matinya terumbu-terumbu karang. Pencurian ikan terlihat tidak berdampak besar, namun jika kita tahu bahwa sekali jaring raksasa sitebar ikan yang dicuri dapat berkisar 400 ton lebih. Selain itu pencuri ikan yang jauh-jauh datang ke Indonesia tidak akan menggunakan jaring kecil, namun bisa menggunakan jaring yang sampai ke dasar laut, hal itu dapat merusak kehidupan karang dan ikan-ikan di laut dalam Indonesia.
- Pencemaran lingkungan. Pencemaran Industri dan limbah publik menyebabkan kadar CO2 yang mengendap di lapisan Ozon meningkat dan susu serta cuaca di Indonesia semakin tidak terkendali, sudah tidak ada lagi musim hujan atau kemarau yang dapat dikendalikan menggunakan kalender di Indonesia.
- Lokasi Indonesia yang berada di pinggiran lempeng bumi (Lempeng Pasifik, Lempeng Indo- Australia, dan Lempeng Eurasia). Dalam hal ini Indonesia mengalami kerugian selain keuntungan, yaitu menjadi wilayah yang sangat rentan terhadap gempa yang dapat berakibat fatal bagi negara ini.
Selain itu pengaruh uncontrolable dari luar:
- Pemanasan global akibat kadar CO2 yang berlebihan sehingga menyerap panas yang dipantulkan bumi, maka semakin hari iklim semakin panas dan permukaan laut semakin naik. (permukaan Indonesia yang terdiri dari kepulauan kecil tidak menguntungkan).
- Baru-baru ini diketahui bahwa pencemaran khususnya gas (CO2) dapat berpindah dari negara- kenegara hanya dalam hitungan hari yang berbentuk awan coklat, sehingga Indonesia bisa saja terkena imbas dari Industrialisasi yang cepat dari Cina yang membawa limbah gas akibat pembakaran batubara ke Indonesia (sumber: Discovery Channel).
Maka berbekalkan pernyataan diatas saya dapat meniru mama Loren untuk mengatakan bahwa akan terjadi kerusakan besar di Indonesia antara tahun 2010-2020, tanpa ada maksud apapun atas pernyataan tersebut
Sebuah Surat Dari Masa Depan
Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2012
Aku hidup di tahun 2052. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat- tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini ! Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
Regards, “TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
Jerry “UNTUK ANAK DAN CUCUMU KELAK DIMASA DEPAN”
Sekarang...
Ini adalah pilihanmu...
Untuk menjaga planet kita yang indah ini
atau
menjadi egois dan tidak menghiraukan kebutuhan generasi masa depan kita.
Diolah Dari Berbagai Sumber
Manusia
Di
Tahun 2012
Aku hidup di tahun 2052. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat- tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini ! Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
Regards, “TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
Jerry “UNTUK ANAK DAN CUCUMU KELAK DIMASA DEPAN”
Sekarang...
Ini adalah pilihanmu...
Untuk menjaga planet kita yang indah ini
atau
menjadi egois dan tidak menghiraukan kebutuhan generasi masa depan kita.
Diolah Dari Berbagai Sumber
"EKOSIDA" TERHADAP ORANG HUTAN
Komodo telah ditasbihkan sebagai New 7 Wonder. Namun, satwa dilindungi lainnya, orangutan, justru berada di ambang kehancuran.
Washington Post belum lama ini sampai menurunkan laporan tentang orangutan yang menghadapi ancaman serius.
The Centre for Orangutan Protection (COP) beberapa waktu lalu mengaku menemukan bukti-bukti pemantaian orangutan di areal perkebunan kelapa sawit, Kalimantan Timur. Bila benar, maka pembantaian Orangutan Kalimantan jenis Morio (Pongo Pygmeus Morio) adalah bentuk ekosida (pemusnahan sumber-sumber kehidupan), dan merupakan bentuk kejahatan yang sangat luar biasa.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Orangutan Republik Education Initiative (OREI) Indonesia, Ridhwan Effendi, dalam aksi yang digelar Club Orang Utan Indonesia (CPOI) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam aksinya, CPOI membagi- bagikan seribu pohon mahoni kepada pengendara mobil dan motor yang melintas di sekitar Bundaran HI.
Sekitar 50 orang dari CPOI bergabung dalam aksi simpatik itu. Ridhwan menyatakan, membantai orangutan berarti menghancurkan mata rantai ekosistem, mengingat orangutan adalah primata pemakan buah yang berfungsi sebagai pemencar biji. Peran orangutan, lanjut Ridhwan, sangat penting di dalam hutan hujan tropis.
“Ketidakhadiran orangutan di hutan hujan tropis dapat mengakibatkan kepunahan suatu jenis
tumbuhan, yang penyebarannya tergantung oleh orangutan dan beberapa hewan lain,” terang
Ridhwan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 20 November 2011.
Oleh karena itu, CPOI menuntut agar pelaku, baik individu ataupun institusi, yang terlibat pembantaian orangutan Kalimantan, untuk diproses secara hukum sesuai UU No. 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan. “Jika terbukti oknum tersebut mengganggu atau menyiksa orangutan,
harus dikenakan sanksi berupa kurungan badan selama 10 tahun,” tegas Ridhwan. CPOI juga meminta kepada pemerintah untuk secara tegas mengusir dan menutup industri- industri yang melakukan perusakan lingkungan.
Peristiwa pembantaian orangutan, dipandang CPOI terjadi akibat ketidaktegasan pemerintah
dalam menegakkan hukum lingkungan dan melakukan pengawasan terhadap perkebunan-
perkebunan sawit yang selama ini disinyalir banyak melakukan praktek kotor, termasuk
membantai orangutan dan satwa yang dilindungi lainnya.
“Pemerintah jangan hanya memikirkan kepentingan sesaat yang jelas-jelas tidak membawa manfaat, tetapi dalam jangka panjang justru menghancurkan sumber-sumber kehidupan, seperti pembantaian orangutan,” kata Ridhwan.
Indonesia adalah rumah bagi 90 persen spesies orangutan. Sekitar 50.000 orangutan tinggal di
hutan-hutan rimba di Indonesia. Namun akibat pembabatan hutan untuk perkebunan kelapa sawit
atau perkebunan kayu yang merupakan bahan
kertas, orangutan berkonflik dengan manusia.
Washington Post belum lama ini sampai menurunkan laporan tentang orangutan yang menghadapi ancaman serius.
The Centre for Orangutan Protection (COP) beberapa waktu lalu mengaku menemukan bukti-bukti pemantaian orangutan di areal perkebunan kelapa sawit, Kalimantan Timur. Bila benar, maka pembantaian Orangutan Kalimantan jenis Morio (Pongo Pygmeus Morio) adalah bentuk ekosida (pemusnahan sumber-sumber kehidupan), dan merupakan bentuk kejahatan yang sangat luar biasa.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Orangutan Republik Education Initiative (OREI) Indonesia, Ridhwan Effendi, dalam aksi yang digelar Club Orang Utan Indonesia (CPOI) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam aksinya, CPOI membagi- bagikan seribu pohon mahoni kepada pengendara mobil dan motor yang melintas di sekitar Bundaran HI.
Sekitar 50 orang dari CPOI bergabung dalam aksi simpatik itu. Ridhwan menyatakan, membantai orangutan berarti menghancurkan mata rantai ekosistem, mengingat orangutan adalah primata pemakan buah yang berfungsi sebagai pemencar biji. Peran orangutan, lanjut Ridhwan, sangat penting di dalam hutan hujan tropis.
“Ketidakhadiran orangutan di hutan hujan tropis dapat mengakibatkan kepunahan suatu jenis
tumbuhan, yang penyebarannya tergantung oleh orangutan dan beberapa hewan lain,” terang
Ridhwan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 20 November 2011.
Oleh karena itu, CPOI menuntut agar pelaku, baik individu ataupun institusi, yang terlibat pembantaian orangutan Kalimantan, untuk diproses secara hukum sesuai UU No. 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan. “Jika terbukti oknum tersebut mengganggu atau menyiksa orangutan,
harus dikenakan sanksi berupa kurungan badan selama 10 tahun,” tegas Ridhwan. CPOI juga meminta kepada pemerintah untuk secara tegas mengusir dan menutup industri- industri yang melakukan perusakan lingkungan.
Peristiwa pembantaian orangutan, dipandang CPOI terjadi akibat ketidaktegasan pemerintah
dalam menegakkan hukum lingkungan dan melakukan pengawasan terhadap perkebunan-
perkebunan sawit yang selama ini disinyalir banyak melakukan praktek kotor, termasuk
membantai orangutan dan satwa yang dilindungi lainnya.
“Pemerintah jangan hanya memikirkan kepentingan sesaat yang jelas-jelas tidak membawa manfaat, tetapi dalam jangka panjang justru menghancurkan sumber-sumber kehidupan, seperti pembantaian orangutan,” kata Ridhwan.
Indonesia adalah rumah bagi 90 persen spesies orangutan. Sekitar 50.000 orangutan tinggal di
hutan-hutan rimba di Indonesia. Namun akibat pembabatan hutan untuk perkebunan kelapa sawit
atau perkebunan kayu yang merupakan bahan
kertas, orangutan berkonflik dengan manusia.
Pemborosan Uang dan Energi Listrik Yang Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan.
Tagihan listrik tiap bulan selalu besar padahal penggunaan listrik dirasa wajar wajar saja, belum tentu kita menggunakan listrik secara benar, seringkali kita menghiraukan beberapa hal kecil yang ternyata menggunakan energi listik yang cukup besar, mari disimak Pemborosan Listrik Yang Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan.
1. Sering membuka dan menutup lemari es
Tanpa disadari, sebanyak 7 persen energi terbuang apabila pintu lemari es terlalu sering dibuka atau terlalu lama terbuka. Lemari es tua yang berusia di atas 10 tahun juga semakin boros energi. Bahkan, peningkatan kebutuhan dayanya bisa mencapai 75 persen dan sebaiknya diganti.
2. Menurunkan suhu AC terlalu rendah
Mesin pendingin ruangan (AC) membutuhkan tambahan daya sebanyak 6 persen ketika suhu diturunkan setiap satu derajat. Oleh karena itu, penghematan dapat dilakukan dengan memasang suhu ideal 24-25 derajat Celcius. Suhu ideal itu dapat optimal dirasakan jika ruangan tertutup rapat. AC juga tidak lagi boros energi apabila filter dan coil AC rutin dibersihkan.
3. Men “Standby” kan alat2 elektronik
Sering kita mematikan TV tanpa mencabut kabelnya atau hanya menstandby kan saja, Jika kerlip merah (standby) masih menyala, berarti alat listrik masih mengkonsumsi energi listrik.
4. Mencharger telepon gengam sambil menggunakannya
Mencharger telepon gengam sambil menggunakannya merupakan pemborosan listrik yang sering kita lakukan. Lebih baik kita mencharger sampai baterai penuh baru menggunakannya. Selain pemborosan listrik hal ini memperpendek umur baterai.
5. Tidak mencabut charger dari sumber listrik setelah selesai menggunakan
Sering kita tidak mencabut charger telepon gengam ataupun laptop setelah selesai meggunakannya. Ternyata hal ini juga merupakan pemborosan listrik, arus tetap mengalir di dalam charger yang tidak di lepas. Jadi sebaiknya setelah baterai alat elektronik kita sudah penuh lepaslah charger nya juga dari sumber tegangan.
6. Sering memati-hidupkan alat elektronik
Sering memati-hidupkan alat elektronik misalnya pompa air ataupun lampu juga merupakan pemborosan listrik, karena alat listrik membutuhkan daya yang lebih besar ketika dihidupkan, jadi semakin sering kita mati-hidupkan, maka daya yang dikonsumsi juga akan semakin besar.
7. Menggunakan lampu pijar sebagai penerangan di rumah
Lampu pijar merupakan lampu yang lebih boros energi. Ganti semua lampu pijar di rumah dengan lampu CFL (Lampu Hemat Energi). CFL menghemat lebih dari 50%.
1. Sering membuka dan menutup lemari es
Tanpa disadari, sebanyak 7 persen energi terbuang apabila pintu lemari es terlalu sering dibuka atau terlalu lama terbuka. Lemari es tua yang berusia di atas 10 tahun juga semakin boros energi. Bahkan, peningkatan kebutuhan dayanya bisa mencapai 75 persen dan sebaiknya diganti.
2. Menurunkan suhu AC terlalu rendah
Mesin pendingin ruangan (AC) membutuhkan tambahan daya sebanyak 6 persen ketika suhu diturunkan setiap satu derajat. Oleh karena itu, penghematan dapat dilakukan dengan memasang suhu ideal 24-25 derajat Celcius. Suhu ideal itu dapat optimal dirasakan jika ruangan tertutup rapat. AC juga tidak lagi boros energi apabila filter dan coil AC rutin dibersihkan.
3. Men “Standby” kan alat2 elektronik
Sering kita mematikan TV tanpa mencabut kabelnya atau hanya menstandby kan saja, Jika kerlip merah (standby) masih menyala, berarti alat listrik masih mengkonsumsi energi listrik.
4. Mencharger telepon gengam sambil menggunakannya
Mencharger telepon gengam sambil menggunakannya merupakan pemborosan listrik yang sering kita lakukan. Lebih baik kita mencharger sampai baterai penuh baru menggunakannya. Selain pemborosan listrik hal ini memperpendek umur baterai.
5. Tidak mencabut charger dari sumber listrik setelah selesai menggunakan
Sering kita tidak mencabut charger telepon gengam ataupun laptop setelah selesai meggunakannya. Ternyata hal ini juga merupakan pemborosan listrik, arus tetap mengalir di dalam charger yang tidak di lepas. Jadi sebaiknya setelah baterai alat elektronik kita sudah penuh lepaslah charger nya juga dari sumber tegangan.
6. Sering memati-hidupkan alat elektronik
Sering memati-hidupkan alat elektronik misalnya pompa air ataupun lampu juga merupakan pemborosan listrik, karena alat listrik membutuhkan daya yang lebih besar ketika dihidupkan, jadi semakin sering kita mati-hidupkan, maka daya yang dikonsumsi juga akan semakin besar.
7. Menggunakan lampu pijar sebagai penerangan di rumah
Lampu pijar merupakan lampu yang lebih boros energi. Ganti semua lampu pijar di rumah dengan lampu CFL (Lampu Hemat Energi). CFL menghemat lebih dari 50%.
Manfaat Hutan Hujan ( Hutan Tropis)
Hutan hujan penting bagi ekosistem global.
Hutan hujan membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Kelebihan karbon dioksida di atmosfer diyakini berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui pemanasan global. Oleh karena itu hutan hujan memiliki yang penting dalam mengatasi pemanasan global. Hutan hujan juga mempengaruhi kondisi cuaca lokal dengan membuat hujan dan suhu moderat.
Hutan hujan adalah rumah bagi sejumlah besar tanaman di dunia dan spesies hewan, termasuk banyak spesies yang terancam punah. Karena hutan yang ditebang, banyak spesies yang ditakdirkan untuk punah. Beberapa spesies hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat alami mereka. Kebun Binatang tidak dapat menyimpan semua binatang.
Hutan hujan membantu menjaga siklus air. Peran hutan hujan dalam siklus air adalah untuk menambah air ke atmosfer melalui proses transpirasi (dimana mereka melepas air dari daun mereka selama fotosintesis). Kelembaban ini memberikan kontribusi terhadap pembentukan awan hujan yang melepaskan air kembali ke hutan hujan. ketika hutan ditebang, kelembaban kurang masuk ke dalam atmosfer dan penurunan curah hujan dan kadang-kadang menyebabkan kekeringan.
Akar-akar pohon hutan hujan dan membantu vegetasi jangkar tanah. Ketika pohon-pohon ditebang tidak ada lagi apa pun untuk melindungi tanah dan tanah dengan cepat dicuci bersih dengan hujan. Proses membasuh tanah dikenal sebagai erosion.As tanah dicuci ke dalam sungai itu menyebabkan masalah bagi ikan dan manusia. Ikan menderita karena air menjadi keruh, sementara orang mengalami kesulitan navigasi saluran air yang dangkal karena meningkatnya jumlah tanah di air. Sementara petani kehilangan tanah lapisan atas yang penting untuk tanaman tumbuh.
Dan manfaat lain dari hutan hujan adalah:
sumber untuk obat-obatan dan makanan;
mendukung orang-orang suku pedalaman, dan
tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Kita perlu melestarikan hutan hujan tropis hanya karena pentingnya itu dalam ekosistem global.
Hutan hujan membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Kelebihan karbon dioksida di atmosfer diyakini berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui pemanasan global. Oleh karena itu hutan hujan memiliki yang penting dalam mengatasi pemanasan global. Hutan hujan juga mempengaruhi kondisi cuaca lokal dengan membuat hujan dan suhu moderat.
Hutan hujan adalah rumah bagi sejumlah besar tanaman di dunia dan spesies hewan, termasuk banyak spesies yang terancam punah. Karena hutan yang ditebang, banyak spesies yang ditakdirkan untuk punah. Beberapa spesies hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat alami mereka. Kebun Binatang tidak dapat menyimpan semua binatang.
Hutan hujan membantu menjaga siklus air. Peran hutan hujan dalam siklus air adalah untuk menambah air ke atmosfer melalui proses transpirasi (dimana mereka melepas air dari daun mereka selama fotosintesis). Kelembaban ini memberikan kontribusi terhadap pembentukan awan hujan yang melepaskan air kembali ke hutan hujan. ketika hutan ditebang, kelembaban kurang masuk ke dalam atmosfer dan penurunan curah hujan dan kadang-kadang menyebabkan kekeringan.
Akar-akar pohon hutan hujan dan membantu vegetasi jangkar tanah. Ketika pohon-pohon ditebang tidak ada lagi apa pun untuk melindungi tanah dan tanah dengan cepat dicuci bersih dengan hujan. Proses membasuh tanah dikenal sebagai erosion.As tanah dicuci ke dalam sungai itu menyebabkan masalah bagi ikan dan manusia. Ikan menderita karena air menjadi keruh, sementara orang mengalami kesulitan navigasi saluran air yang dangkal karena meningkatnya jumlah tanah di air. Sementara petani kehilangan tanah lapisan atas yang penting untuk tanaman tumbuh.
Dan manfaat lain dari hutan hujan adalah:
sumber untuk obat-obatan dan makanan;
mendukung orang-orang suku pedalaman, dan
tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Kita perlu melestarikan hutan hujan tropis hanya karena pentingnya itu dalam ekosistem global.
PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut:
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang² liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda.Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi -dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia²an. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak² yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya."
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu".
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata² tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran
dunia.
©(Sourch: The Collage Foundation)
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut:
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang² liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda.Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi -dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia²an. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak² yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya."
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu".
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata² tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran
dunia.
©(Sourch: The Collage Foundation)
Labels:
Artikel
10 Dampak Efek Rumah Kaca
BCR¦¦ Dalam bukunya yang berjudul What are Global Warming and Climate Change? Answers for Young Readers, Chuck McCuthcheon mendaftarkan 10 fakta tentang efek rumah kaca. Ini fakta-faktanya.
1. Dari 900 artikel tentangperubahan iklim yang terbit antara 1993 sampai 2003, tidak ada yang mendepat pendapat kalau manusia adalah salah satu penyebab utama pemanasan global.
2. Dalam 50 tahun terakhir, suhu Alaska meningkat 5,5 derajat Fahrenheit atau 14,72 derajat Celcius.
3. Penerbangan dianggap berdampak terhadap perubahan iklim sebesar3,5 persen. Angka itu diprediksi bisa mencapai 15 persen pada tahun 2050, seiring peningkatan lalu lintas udara.
4. Jika kondisi penggunaankertas di China sama dengan di Amerika Serikat, produksi kertasharus ditingkatkan hingga 2 kali lipat.
5. Perubahan iklim bisa membuat harga makanan meningkat. Contohnya, produksi avokad california diperkirakan akan turun40 persen dalam waktu 40 tahun mendatang. Sesuai hukum ekonomi, harganya akan meningkat.
6. Di Amerika Serikat, pembuatan pupuk kompos menghasilkan sepertiga metanol dari seluruh produksi gas hasil rumah kaca tersebut.
7. Perubahan iklim akan meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk. Iklim yang panas membuat populasi capung dan katak–hewan pemakan nyamuk–semakin berkurang.
8. Kulkas saat ini 70 persen lebih hemat listrik ketimbang kulkas yang diproduksi pada tahun 1970- an.
9. Mencuci perabotan makan secara sekaligus mengurangi sekitar 45 kilogram karbon per tahun ketimbang mencuci sebagian-sebagian.
10. Membuat komputer sleep pada saat ditinggalkan mengirit pengeluaran karbon nyaris 500 kilogram per tahun ketimbang mengaktifkan screen saver.
1. Dari 900 artikel tentangperubahan iklim yang terbit antara 1993 sampai 2003, tidak ada yang mendepat pendapat kalau manusia adalah salah satu penyebab utama pemanasan global.
2. Dalam 50 tahun terakhir, suhu Alaska meningkat 5,5 derajat Fahrenheit atau 14,72 derajat Celcius.
3. Penerbangan dianggap berdampak terhadap perubahan iklim sebesar3,5 persen. Angka itu diprediksi bisa mencapai 15 persen pada tahun 2050, seiring peningkatan lalu lintas udara.
4. Jika kondisi penggunaankertas di China sama dengan di Amerika Serikat, produksi kertasharus ditingkatkan hingga 2 kali lipat.
5. Perubahan iklim bisa membuat harga makanan meningkat. Contohnya, produksi avokad california diperkirakan akan turun40 persen dalam waktu 40 tahun mendatang. Sesuai hukum ekonomi, harganya akan meningkat.
6. Di Amerika Serikat, pembuatan pupuk kompos menghasilkan sepertiga metanol dari seluruh produksi gas hasil rumah kaca tersebut.
7. Perubahan iklim akan meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk. Iklim yang panas membuat populasi capung dan katak–hewan pemakan nyamuk–semakin berkurang.
8. Kulkas saat ini 70 persen lebih hemat listrik ketimbang kulkas yang diproduksi pada tahun 1970- an.
9. Mencuci perabotan makan secara sekaligus mengurangi sekitar 45 kilogram karbon per tahun ketimbang mencuci sebagian-sebagian.
10. Membuat komputer sleep pada saat ditinggalkan mengirit pengeluaran karbon nyaris 500 kilogram per tahun ketimbang mengaktifkan screen saver.
teknologi pencegah kerusakan alam
1. Memproduksi Minyak Secara Alami
Ada proses bernama thermo- depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.
2. Menghilangkan Garam dari Air laut
PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis.
3. Tenaga Hidrogen
Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.
4. Tenaga Surya
Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.
5. Konversi Panas Laut
Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.
6. Energi Gelombang Laut
Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup. Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.
7. Menanami Atap Rumah
Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya. Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.
8. Bioremediasi
Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.
9. Kubur Barang-barang Perusak
Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman.
Ada proses bernama thermo- depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.
2. Menghilangkan Garam dari Air laut
PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis.
3. Tenaga Hidrogen
Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.
4. Tenaga Surya
Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.
5. Konversi Panas Laut
Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.
6. Energi Gelombang Laut
Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup. Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.
7. Menanami Atap Rumah
Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya. Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.
8. Bioremediasi
Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.
9. Kubur Barang-barang Perusak
Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman.
Global warming
Saat ini bumi kita semakin tidak bersahabat. Kita sering mengeluhkan bahwa pada siang hari matahari terasa begitu terik sedangkan malam hari terasa begitu dingin. Tidak salah jika kita merasa seperti itu. Karena data-data menunjukan bahwa bumi sudah mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan setiap tahunnya.
Hal ini menyebabkan lapisan ozon menipis dan sinar UV dari matahari tidak banyak tersaring lagi. Gunung es yang ada di kutub utara dan selatan pun sedikit demi sedikit mencair sehingga menyebabkan banyak bencana alam yang sekarang ini semakin lazim terjadi.
Apa yang menyebabkan semua ini? Mengapa lapisan ozon menipis? Inilah yang biasa kita sebut sebagai Global Warming atau pemanasan global. Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO²), metana (CH4), dinitrooksida (N²O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup.
Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32 derajat Celcius.
Dampak Pemanasan Global
Sejak kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, para ilmuwan sudah memberi peringatan pada dunia berkenaan dengan akibat buruk yang ditimbulkan oleh Global Warming atau pemanasan global, yang merupakan ancaman paling serius bagi umat manusia setelah perang dingin.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit.
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi:
- Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
- Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
- Gangguan terhadap permukiman penduduk,
- Pengurangan produktivitas lahan pertanian,
- Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.
Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan iklim sehingga glacier di enam benua mulai mencair. Demikian juga lautan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, lapisan es di Greenland, juga gletser di puncak-puncak gunung mulai mencair. Ini mengakibatkan naiknya permukaan laut, badai yang menghancurkan muncul silih berganti, banjir dan longsor semakin sering terjadi. Kekeringan yang melanda pertanian bermunculan di mana-mana menyebabkan persediaan makanan dan air minum di dunia semakin menipis.
Penyakit tropis seperti malaria, demam dengue, dan demam kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti. Bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah ke daerah yang lebih luas.
Selain itu, pemanasan laut menyebabkan rusaknya karang dan matinya kehidupan di situ. Diperkirakan dalam waktu 50 tahun ke depan, seluruh karang laut di dunia ini akan musnah akibat pemanasan laut dan polusi akibat kegiatan manusia.
Kerugian lain yang segera akan terjadi adalah semakin berkurangnya keaneka-ragaman hayati dan punahnya beberapa spesies satwa karena perubahan musim, siklus kehidupan, waktu migrasi yang terganggu, berkurangnya daerah jelajah dan berkurangnya persediaan makanan mereka.
Pemanasan global adalah masalah mendesak dan serius. Kita tidak perlu menunggu pemerintah untuk mencari solusi untuk masalah ini. Kita dapat membantu mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Ini satu-satunya cara masuk akal untuk menyelamatkan planet kita, sebelum terlambat. Kita bisa mulai dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan, menggunakan plastik dan kertas seperlunya, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, memperbanyak jalan kaki, dan masih banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan.
Masing-masing individu bertanggung jawab kepada Tuhan, individu lain, dan alam sekitar atas apa yang dilakukannya di muka bumi. Kita, sebagai manusia, sama-sama berkewajiban untuk memelihara lingkungan dan menjaga kelestariaannya. Maka, jangan tunggu hingga pemerintah merumuskan solusi untuk permasalahan pemanasan global. Mulailah dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan saat ini juga. Karena sedikit-banyak yang kita lakukan berpengaruh pada keberlangsungan bumi dan habitat lain. Kita bisa menjadi perusak ataupun menjadi penjaga alam ini. Ini adalah sebuah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Mana yang Anda pilih?
“Masalah terbesar bukan tentang teknologi atau biaya, tetapi mengatasi hambatan politik, sosial dan perilaku dalam upaya mengurangi emisi (Bert Metz dan Detlef van Vuuren)”
Hal ini menyebabkan lapisan ozon menipis dan sinar UV dari matahari tidak banyak tersaring lagi. Gunung es yang ada di kutub utara dan selatan pun sedikit demi sedikit mencair sehingga menyebabkan banyak bencana alam yang sekarang ini semakin lazim terjadi.
Apa yang menyebabkan semua ini? Mengapa lapisan ozon menipis? Inilah yang biasa kita sebut sebagai Global Warming atau pemanasan global. Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO²), metana (CH4), dinitrooksida (N²O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup.
Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32 derajat Celcius.
Dampak Pemanasan Global
Sejak kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, para ilmuwan sudah memberi peringatan pada dunia berkenaan dengan akibat buruk yang ditimbulkan oleh Global Warming atau pemanasan global, yang merupakan ancaman paling serius bagi umat manusia setelah perang dingin.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit.
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi:
- Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
- Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
- Gangguan terhadap permukiman penduduk,
- Pengurangan produktivitas lahan pertanian,
- Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.
Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan iklim sehingga glacier di enam benua mulai mencair. Demikian juga lautan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, lapisan es di Greenland, juga gletser di puncak-puncak gunung mulai mencair. Ini mengakibatkan naiknya permukaan laut, badai yang menghancurkan muncul silih berganti, banjir dan longsor semakin sering terjadi. Kekeringan yang melanda pertanian bermunculan di mana-mana menyebabkan persediaan makanan dan air minum di dunia semakin menipis.
Penyakit tropis seperti malaria, demam dengue, dan demam kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti. Bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah ke daerah yang lebih luas.
Selain itu, pemanasan laut menyebabkan rusaknya karang dan matinya kehidupan di situ. Diperkirakan dalam waktu 50 tahun ke depan, seluruh karang laut di dunia ini akan musnah akibat pemanasan laut dan polusi akibat kegiatan manusia.
Kerugian lain yang segera akan terjadi adalah semakin berkurangnya keaneka-ragaman hayati dan punahnya beberapa spesies satwa karena perubahan musim, siklus kehidupan, waktu migrasi yang terganggu, berkurangnya daerah jelajah dan berkurangnya persediaan makanan mereka.
Pemanasan global adalah masalah mendesak dan serius. Kita tidak perlu menunggu pemerintah untuk mencari solusi untuk masalah ini. Kita dapat membantu mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Ini satu-satunya cara masuk akal untuk menyelamatkan planet kita, sebelum terlambat. Kita bisa mulai dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan, menggunakan plastik dan kertas seperlunya, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, memperbanyak jalan kaki, dan masih banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan.
Masing-masing individu bertanggung jawab kepada Tuhan, individu lain, dan alam sekitar atas apa yang dilakukannya di muka bumi. Kita, sebagai manusia, sama-sama berkewajiban untuk memelihara lingkungan dan menjaga kelestariaannya. Maka, jangan tunggu hingga pemerintah merumuskan solusi untuk permasalahan pemanasan global. Mulailah dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan saat ini juga. Karena sedikit-banyak yang kita lakukan berpengaruh pada keberlangsungan bumi dan habitat lain. Kita bisa menjadi perusak ataupun menjadi penjaga alam ini. Ini adalah sebuah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Mana yang Anda pilih?
“Masalah terbesar bukan tentang teknologi atau biaya, tetapi mengatasi hambatan politik, sosial dan perilaku dalam upaya mengurangi emisi (Bert Metz dan Detlef van Vuuren)”
Inilah 10 Gunung Tertinggi dalam Sistem Tata Surya
ada yg mau muncak?
10. Makalu
Makalu merupakan gunung tertinggi kelima di dunia yang tingginya 8481 m di atas permukaan laut dan terletak di perbatasan Nepal dan China. Gunung Makalu memiliki bentuk yang unik yaitu berupa piramida empat sisi dan terletak hanya 19 km tenggara Gunung Everest. Upaya pertama untuk mendaki gunung dimulai pada tahun 1954. Namun, pendakian yang sukses pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1955 oleh tim ekspedisi Perancis yaitu Lionel Terray dan Jean Couzy.
9. Lhotse
Lhotse terletak di perbatasan Cina dan Nepal dan terhubung ke Gunung Everest melalui wilayah selatan gunung yang tingginya 8516 m di atas permukaan laut. Sangat sulit untuk mendaki gunung ini karena berkali-kali dilakukan namun selalu menemui kegagalan. Pendakian puncak utama Lhotse pertama kali dilakukan pada tahun 1956 oleh sebuah tim ekspedisi Swiss, Ernst Reiss dan Fritz Luchsinger. Puncak Lhotse bagian Tengah tetap menjadi titik tertinggi di Bumi untuk didaki, sampai 2001 ketika Ekspedisi Rusia akhirnya berhasil melakukan pendakian pertama.
8. Kangchenjun
Kangchenjunga adalah gunung tertinggi ketiga dunia dengan ketinggian 8586 m di atas permukaan laut, Kangchenjunga terletak di perbatasan India-Nepal di wilayah Himalaya. Terdapat lima puncak gunung yang disebut “The Five Treasures of Snows“. Upaya awal mencapai puncak gunung dimulai pada tahun 1848. Namun pada tahun 1955 Joe Brown dan George Band baru berhasil melakukan pendakian pertama. Wilayah Gunung Kangchenjunga terdapat di empat negara yaitu Cina, India, Nepal dan Bhutan.
7. K-2
K-2 adalah gunung tertinggi kedua di dunia. K-2 atau Godwin Austin memiliki ketinggian puncak 8611 m di atas permukaan laut dan terletak di barat laut wilayah Karakoram. Dikenal sebagai gunung yang buas karena tingkat kematian yang tinggi saat dilakukan pendakian. K-2 terletak di perbatasan Cina dan Pakistan. Karena hampir tidak mungkin untuk melakukan pendakian K-2 dari wilayah China, maka banyak pendaki gunung melakukannya dari wilayah Pakistan. nama K-2 diberi nama oleh Thomas Montgomerie pada saat dia mengamati wilayah Karakoram dan puncak-puncak gunung tersebut diberi label sebagai puncak menonjol, K-1 K-2, K-3, K-4 dan K-5. Usaha awal untuk mendaki gunung buas ini dimulai pada tahun 1902 dan pendakian pertama yang berhasil akhirnya berhasil dilakukan pada tahun 1954 oleh Lino dan Achille Lacedelli Compagnoni dalam Ekspedisi Italia. Satu fakta menarik tentang K-2 adalah bahwa tidak ada yang pernah mencoba untuk mendaki puncak selama musim dingin karena sangat berbahaya.
6. Gunung Everest
Gunung Everest adalah gunung tertinggi di bumi yang terdapat di pegunungan Himalaya timur antara Nepal dan Tibet. Gunung Everest adalah sebuah gunung kapur muda yang belum terkena oleh erosi dan memiliki dua puncak, salah satunya mencapai ketinggian 8848 m. Everest selalu tertutup salju kecuali bagian yang terkena angin kencang. Banyak terdapat gletser yang meningkat dekat dasar Gunung Everest. Everest adalah nama yang diberikan pada gunung ini tahun 1865 untuk menghormati Sir George Everest, seorang surveyor Inggris di India yang menemukan lokasi gunung dan memperkirakan ketinggian gunung. Dalam bahasa Tibet diberi nama Chomolungma yang artinya “ibu dewi dunia”.
5. Mauna Kea
Mauna Kea adalah gunung berapi aktif terbesar yang terletak di sebelah utara Pulau Hawaii, sekitar 43 km barat laut dari Hilo. Ketinggiannya 4205 m di atas permukaan laut, Mauna Kea menghujam ke wilayah laut sedalam 5547 km ke arah dasar laut. Jadi, jika dihitung dari dasar laut ke puncak gunung maka Mauna Kea adalah yang tertinggi di Bumi. Terakhir kali Mauna Kea aktif lebih dari 4000 tahun yang lalu. Pada puncaknya terdapat salju yang mengerucut dan biasa digunakan untuk bermain ski serta wilayah ini termasuk dalam situs Observatorium Mauna Kea yang merupakan observatorium astronomi tertinggi di dunia. Pada lereng bagian atas gunung terdapat gua tempat orang Hawaii kuno menggali basal untuk membuat peralatan. Lereng bawah gunung biasa digunakan untuk peternakan sapi dan perkebunan kopi. Gunung ini dianggap dalam legenda Hawaii sebagai rumah dari Dewi Poliahu, dewi api Mauna Kea.
4. Pegunungan Maxwell
Maxwell adalah titik tertinggi di permukaan planet Venus yang tingginya 11.000 m. Terletak di dataran tinggi utara Ishtar Terra, yang asal usulnya berasal dari sabuk pegunungan yang masih kontroversi mengenai awal mula terbentuknya. Maxwell ditemukan pertama kali pada tahun 1967 oleh para ilmuwan di Radio Telescope Amerika Arecibo di Puerto Rico. Gunung ini dinamai setelah matematikawan dan seorang dokter bernama James Clerk Maxwell yang bekerja menggunakan gelombang radio yang dibuat oleh radar dan akhirnya dapat megeksplorasi wilayah permukaan Planet Venus.
3. Pegunungan Boösaule
Boösaule dikenal sebagai gunung tertinggi non-vulkanik dari sistem Tata Surya. Gunung ini terletak di Io, satelit terbesar keempat Tata Surya dan merupakan satelit terdalam dari Planet Jupiter. Io secara geologi cukup menarik karena mengandung sekitar 400 gunung berapi aktif dan berisi lebih dari 150 gunung pada permukaannya. Gunung Boösaule adalah salah satu gunung yang terletak di barat laut Pele besar yang menakjubkan dan mencapai ketinggian 17.500 m. Gunung ini mendapat namanya dari sebuah gua pada Mitologi Yunani disaat Epaphus yang merupakan putra Dewa Zeus lahir.
2. Bubungan Khatulistiwa
Terletak di belahan bumi yang gelap dari satelit terbesar ketiga, Lapetus di Planet Saturnus, Bubungan Khatulistiwa terdapat di sepanjang belahan tengah yang terisolasi beberapa puncak setinggi 20 km. Bubungan Equatorial ini ditemukan oleh pesawat ruang angkasa Cassini pada tanggal 31 Desember 2004. Pembentukan punggungan masih diperdebatkan para ilmuwan, namun telah disepakati bahwa bubungan kuno ini terbentuk karena permukaan yang berkawah-kawah. Tonjolan yang sangat mencolok dari punggungan ini membentuk satelit Lapetus seperti buah kenari.
1. Olympus Mons
Sejauh ini gunung tertinggi yang pernah ditemukan di tata surya kita adalah gunung Olympus Mons yang tingginya 24 km di atas sebuah dataran halus di Planet Mars. Tingginya sekitar tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest. Olympus Mons ditemukan saat penyelidikan ruang angkasa Amerika Serikat, Mariner 9, pada tahun 1971 ketika ia mengirimkan gambar empat gunung vulkanik besar. Perlu dikethui bahwa bagian perisai dari Olympus Mons ukurannya sama dengan gunung Mauna Kea di Bumi. Ketinggian yang luar biasa dari Olympus Mons berakibat tidak adanya pergerakan lempeng tektonik yang memungkinkan gunung untuk tetap pada tempatnya. Lava gunung terus mengalir sampai mencapai ketinggian yang cukup. Dasar gunung terus menerus turun sedalam 2 km jauh ke arah kerak setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena adanya tekanan yang sangat besar menekan kerak Planet Mars.
©kaskus
cerita tentang pemanasan global dan perubahan iklim
kami ingin berbagi berita kepada teman – teman tentang pemanasan global dan minta perhatiannya barang sejenak saja dan kalau bisa turut aktif mencegah atau minimum mengerem pemanasan global ini dengan tidak melakukan tindakan yang turut mempercepat suksesnya es mencair di kedua kutub kita yang indah ini, supaya jangan dia yang mengerem kita.
Mengerem ? Ya, mengerem, tidaklah mustahil apabila dari diri kita masing – masing mau merubah pola hidup dengan mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca atau kita berubah setelah es mecair ?? Pilihan yang sangat sederhana sekali, tapi sudah pasti sangat sangat sangat sulit dilakukan, percaya deh, misalnya masalah pemakaian plastik kresek, berapa banyak barang tersebut di gunakan setiap harinya, juga botol minuman kemasan dari plastik.
Dan sekali lagi percayalah bahwa alam tidak mengenal siapa anda, apa pekerjaan anda, apa jabatan anda dan yang paling penting dia tidak bisa di suap. Alam hanyalah akibat, bukan sebab. Coba renungkan barang sejenak mumpung masih ada waktu, sebab kita akan menjalani hidup disuatu era yang sangat tidak nyaman sama sekali dan sangat berbeda sekali alamnya.
Marilah kita betindak nyata, bukan NATO (No Action, Talk Only), saat ini kita berpacu dengan waktu, jangan sampai hal yang terburuk terjadi.
Mohon maaf, bukan maksud kasar dan menyakitkan apabila ada kata² yang kurang pas pada tulisan ini, tapi percayalah dengan es mencair dan gelombang panas, yang mana suhu udara dunia sudah naik rata - rata 1 derajat saja, belum 2°, itu lebih menyakitkan dari pada hanya sekedar kata kata.
Terima kasih atas perhatian dan waktunya, mudah² ini berguna bagi kita semua.
TAHUKAH ANDA ??
Kontibutor gas terbesar dalam pemanasan global saat ini adalah :
• Karbondioksida (CO²), bertahan 100 tahun di atmosfer.
• Metana (CH4) yang dihasilkan dari agrikultur dan peternakan ( terutama dari sistem pencernaan hewan ternak ), yang kekuatannya 23 kali lipat dari CO², bertahan 12 tahun di atmosfer
• Nitrogen oksida (NO) dari pupuk, yang kekuatannya 300 kali lipat dari CO².
• Chlorofluorocarbons (CFC), gas yang digunakan untuk kulkas dan AC, yang kekuatannya ribuan kali lipat dari CO². ( sudah dilarang di beberapa negara )
• Sejak tahun 1960 s/d 2005 jumlah gletser yang mencair tidak kurang dari 8000 m³.
• Es di Greenland telah mencair mencapai 19 juta ton dan volume es di Artik pada musim panas thn 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada pada 4 tahun sebelumnya. Apabila seluruh es di Greenland mencair, permukaan laut akan naik sampai dengan 7 m saja.
• Seorang ahli iklim NASA, Dr. H. J. Zwally, membuat prediksi : HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS TAHUN 2012 ( OK COY )
• Satu lagi berita yang cukup asyik, yaitu mencairnya methane hydrates (metana beku) yang tersimpan dalam bentuk es, dengan jumlah yang cukup asyik juga yaitu 3,000 kalilipat dari metana yang ada di atmosfer. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan es nya, maka 400 milliar ton metana akan terlepas ke atmosfer (wow).Es abadi di Siberia ( seluas Perancis dan Jerman ), yang mengandung 70 milliar ton metana, pada tahun 2005 mulai mencair seluas 1 juta kilometer persegi,
• Tahun 2007 di Utah mencapai 48°c, Las Vegas dan Nevada mencapai 47°c, di California mencapai 53 derajat celcius. Pada tahun 2003 di Eropa selatan tidak kurang dari 35,000 orang meninggal dunia, Perancis terbanyak dengan 14.802 jiwa, Inggris, Italia, Portugal, Spanyol dll.
EGOISME & KETIDAKPEDULIAN
Hubungan EGOISME dengan Kerusakan lingkungan :
banyak dari kita yang hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan, hanya karena merasa punya uang, “AH, AKU MAMPU BAYAR BERAPAPUN TAGIHAN LISTRIK, YANG PENTING AKU NGGAK NYURI“ atau “AKU SANGGUP BELI BENSIN BERAPAPUN YANG AKU MAU YANG PENTING AKU BAYAR” atau “PANAS ?? NGGAK TUH, DI KANTOR BER AC, PULANG, MOBIL BER AC, DIRUMAH PUN BER AC, JADI SORRY BANGET NICH KITA NGGAK NGERASA PANAS”. Coba renungkan berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia² hanya karena ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar² di perlukan dan hanya ingin tampil GENGSI. Orang seringkali membeli hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan.
Hubungan ketidak perdulian dengan kerusakan lingkungan :
kita kadang² mendengarkan “BANYAK ORANG YANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, KENAPA AKU HARUS REPOT BUANG SAMPAH KE TEMPATNYA, APALAGI KERJA BAKTI BERSIHKAN SAMPAH, AMIT – AMIT DEH”. mungkin sama seperti ini “TEMAN – TEMANKU BABAT HUTAN, DAN KAYA RAYA, KENAPA AKU NGGAK BABAT HUTAN JUGA YAH”, atau mungkin yang ini “NGAPAIN JUGA AKU HEMAT BBM SUPAYA MENGURANGI EFEK RUMAH KACA, KAN MASIH BANYAK PABRIK ATAU KANTOR YANG MENGGUNAKAN DIESEL YANG ASAPNYA NGGAK KETULUNGAN, AKU ‘KAN CUMA PAKAI MOTOR, SATU LAGI”. Kalau kita semua begitu, well, WELCOME TO WATER WORLD. Ok ???? Dan kenapa anda mencontoh orang lain, kenapa bukan ANDA yang menjadi contoh bagi masyarakat sekitar anda. SANGGUPKAH ANDA MENEGAKKAN KEPALA ANDA DENGAN MELIHAT KE KEHIDUPAN YANG AKAN DI JALANI OLEH GENERASI SETELAH ANDA ????
SOLUSINYA..? SANGAT SEDERHANA
Kita dapat mengerem pemanasan global, kesempatan itu masih ada dan kita berpacu dengan waktu, mana yang lebih cepat, es mencair atau air laut sampai di halaman rumah atau rebutan lahan untuk hidup. Ini harus di dukung oleh semua lapisan masyarakat, baik sipil, pemerintahan, industri dsb, juga dengan kemauan yang kuat untuk mengeremnya atau alam yang akan mengerem aktifitas kita. Dan ini tidak lucu sama sekali, apakah memang benar sifat dari manusia “KALAU TIDAK MERASAKAN ATAU MELIHAT SENDIRI, TIDAK AKAN PERCAYA“, dan “MENYESAL KALAU SUDAH TERJADI SAMBIL GIGIT JARI” atau “MEMELIHARA SANGAT SUSAH, MENGHANCURKAN GUAMPANG SEKALI
Adapun yang dapat dilakukan :
Berhentilah atau kurangi makan daging. 18 % dari pemanasan global di sumbangkan oleh industri peternakan. Seorang vegetarian yang mengendarai mobil masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging mengendarai sepeda. Kalau bisa vegetarian dengan sepeda, itu sangat baik sekali.
Gunakan produk lokal untuk mengurangi transportasi.
Batasilah emisi karbondioksida, carilah sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan CO 2, seperti tenaga matahari, air angin dll. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil, gunakanlah dengan bijak dan efisien, termasuk menghemat listrik karena banyak pembangkit listrik menggunakan bahan bakar minyak dan batu bara.
Tanamlah lebih banyak pohon dan jangan malah menebang pohon ( dengan alasan keindahan? Omong kosong )
Gunakan barang yang bisa di daur ulang ( recycle ) dan juga bisa digunakan berulang – ulang ( re use ).
Gunakan alat transportasi alternatif dan bahan bakar alternatif untuk mengurangi emisi karbon, gunakanlah sepeda apabila menempuh jarak yang dekat atau menggunakan bus.
Dan masih banyak lagi …, BEGITU ANDA MEMBUKA HATI DAN MATA ANDA, BANYAK SEKALI YANG BISA DILAKUKAN…
Mengerem ? Ya, mengerem, tidaklah mustahil apabila dari diri kita masing – masing mau merubah pola hidup dengan mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca atau kita berubah setelah es mecair ?? Pilihan yang sangat sederhana sekali, tapi sudah pasti sangat sangat sangat sulit dilakukan, percaya deh, misalnya masalah pemakaian plastik kresek, berapa banyak barang tersebut di gunakan setiap harinya, juga botol minuman kemasan dari plastik.
Dan sekali lagi percayalah bahwa alam tidak mengenal siapa anda, apa pekerjaan anda, apa jabatan anda dan yang paling penting dia tidak bisa di suap. Alam hanyalah akibat, bukan sebab. Coba renungkan barang sejenak mumpung masih ada waktu, sebab kita akan menjalani hidup disuatu era yang sangat tidak nyaman sama sekali dan sangat berbeda sekali alamnya.
Marilah kita betindak nyata, bukan NATO (No Action, Talk Only), saat ini kita berpacu dengan waktu, jangan sampai hal yang terburuk terjadi.
Mohon maaf, bukan maksud kasar dan menyakitkan apabila ada kata² yang kurang pas pada tulisan ini, tapi percayalah dengan es mencair dan gelombang panas, yang mana suhu udara dunia sudah naik rata - rata 1 derajat saja, belum 2°, itu lebih menyakitkan dari pada hanya sekedar kata kata.
Terima kasih atas perhatian dan waktunya, mudah² ini berguna bagi kita semua.
TAHUKAH ANDA ??
Kontibutor gas terbesar dalam pemanasan global saat ini adalah :
• Karbondioksida (CO²), bertahan 100 tahun di atmosfer.
• Metana (CH4) yang dihasilkan dari agrikultur dan peternakan ( terutama dari sistem pencernaan hewan ternak ), yang kekuatannya 23 kali lipat dari CO², bertahan 12 tahun di atmosfer
• Nitrogen oksida (NO) dari pupuk, yang kekuatannya 300 kali lipat dari CO².
• Chlorofluorocarbons (CFC), gas yang digunakan untuk kulkas dan AC, yang kekuatannya ribuan kali lipat dari CO². ( sudah dilarang di beberapa negara )
• Sejak tahun 1960 s/d 2005 jumlah gletser yang mencair tidak kurang dari 8000 m³.
• Es di Greenland telah mencair mencapai 19 juta ton dan volume es di Artik pada musim panas thn 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada pada 4 tahun sebelumnya. Apabila seluruh es di Greenland mencair, permukaan laut akan naik sampai dengan 7 m saja.
• Seorang ahli iklim NASA, Dr. H. J. Zwally, membuat prediksi : HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS TAHUN 2012 ( OK COY )
• Satu lagi berita yang cukup asyik, yaitu mencairnya methane hydrates (metana beku) yang tersimpan dalam bentuk es, dengan jumlah yang cukup asyik juga yaitu 3,000 kalilipat dari metana yang ada di atmosfer. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan es nya, maka 400 milliar ton metana akan terlepas ke atmosfer (wow).Es abadi di Siberia ( seluas Perancis dan Jerman ), yang mengandung 70 milliar ton metana, pada tahun 2005 mulai mencair seluas 1 juta kilometer persegi,
• Tahun 2007 di Utah mencapai 48°c, Las Vegas dan Nevada mencapai 47°c, di California mencapai 53 derajat celcius. Pada tahun 2003 di Eropa selatan tidak kurang dari 35,000 orang meninggal dunia, Perancis terbanyak dengan 14.802 jiwa, Inggris, Italia, Portugal, Spanyol dll.
EGOISME & KETIDAKPEDULIAN
Hubungan EGOISME dengan Kerusakan lingkungan :
banyak dari kita yang hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan, hanya karena merasa punya uang, “AH, AKU MAMPU BAYAR BERAPAPUN TAGIHAN LISTRIK, YANG PENTING AKU NGGAK NYURI“ atau “AKU SANGGUP BELI BENSIN BERAPAPUN YANG AKU MAU YANG PENTING AKU BAYAR” atau “PANAS ?? NGGAK TUH, DI KANTOR BER AC, PULANG, MOBIL BER AC, DIRUMAH PUN BER AC, JADI SORRY BANGET NICH KITA NGGAK NGERASA PANAS”. Coba renungkan berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia² hanya karena ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar² di perlukan dan hanya ingin tampil GENGSI. Orang seringkali membeli hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan.
Hubungan ketidak perdulian dengan kerusakan lingkungan :
kita kadang² mendengarkan “BANYAK ORANG YANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, KENAPA AKU HARUS REPOT BUANG SAMPAH KE TEMPATNYA, APALAGI KERJA BAKTI BERSIHKAN SAMPAH, AMIT – AMIT DEH”. mungkin sama seperti ini “TEMAN – TEMANKU BABAT HUTAN, DAN KAYA RAYA, KENAPA AKU NGGAK BABAT HUTAN JUGA YAH”, atau mungkin yang ini “NGAPAIN JUGA AKU HEMAT BBM SUPAYA MENGURANGI EFEK RUMAH KACA, KAN MASIH BANYAK PABRIK ATAU KANTOR YANG MENGGUNAKAN DIESEL YANG ASAPNYA NGGAK KETULUNGAN, AKU ‘KAN CUMA PAKAI MOTOR, SATU LAGI”. Kalau kita semua begitu, well, WELCOME TO WATER WORLD. Ok ???? Dan kenapa anda mencontoh orang lain, kenapa bukan ANDA yang menjadi contoh bagi masyarakat sekitar anda. SANGGUPKAH ANDA MENEGAKKAN KEPALA ANDA DENGAN MELIHAT KE KEHIDUPAN YANG AKAN DI JALANI OLEH GENERASI SETELAH ANDA ????
SOLUSINYA..? SANGAT SEDERHANA
Kita dapat mengerem pemanasan global, kesempatan itu masih ada dan kita berpacu dengan waktu, mana yang lebih cepat, es mencair atau air laut sampai di halaman rumah atau rebutan lahan untuk hidup. Ini harus di dukung oleh semua lapisan masyarakat, baik sipil, pemerintahan, industri dsb, juga dengan kemauan yang kuat untuk mengeremnya atau alam yang akan mengerem aktifitas kita. Dan ini tidak lucu sama sekali, apakah memang benar sifat dari manusia “KALAU TIDAK MERASAKAN ATAU MELIHAT SENDIRI, TIDAK AKAN PERCAYA“, dan “MENYESAL KALAU SUDAH TERJADI SAMBIL GIGIT JARI” atau “MEMELIHARA SANGAT SUSAH, MENGHANCURKAN GUAMPANG SEKALI
Adapun yang dapat dilakukan :
Berhentilah atau kurangi makan daging. 18 % dari pemanasan global di sumbangkan oleh industri peternakan. Seorang vegetarian yang mengendarai mobil masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging mengendarai sepeda. Kalau bisa vegetarian dengan sepeda, itu sangat baik sekali.
Gunakan produk lokal untuk mengurangi transportasi.
Batasilah emisi karbondioksida, carilah sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan CO 2, seperti tenaga matahari, air angin dll. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil, gunakanlah dengan bijak dan efisien, termasuk menghemat listrik karena banyak pembangkit listrik menggunakan bahan bakar minyak dan batu bara.
Tanamlah lebih banyak pohon dan jangan malah menebang pohon ( dengan alasan keindahan? Omong kosong )
Gunakan barang yang bisa di daur ulang ( recycle ) dan juga bisa digunakan berulang – ulang ( re use ).
Gunakan alat transportasi alternatif dan bahan bakar alternatif untuk mengurangi emisi karbon, gunakanlah sepeda apabila menempuh jarak yang dekat atau menggunakan bus.
Dan masih banyak lagi …, BEGITU ANDA MEMBUKA HATI DAN MATA ANDA, BANYAK SEKALI YANG BISA DILAKUKAN…
Manfaat Hutan Bakau
Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik (Siregar dan Purwaka, 2002). Masing-masing elemen dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Hutan mangrove merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.
Mangrove mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. Kegiatan rehabilitasi menjadi sangat prioritas sebelum dampak negatif dari hilangnya mangrove ini meluas dan tidak dapat diatasi (tsunami, abrasi, intrusi, pencemaran, dan penyebaran penyakit). Kota-kota yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata (ekoturisme).
Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :
1. Habitat satwa langka
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).
2. Pelindung dari bencana alam
Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.
3. Pengendapan lumpur
Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.
4. Penambah unsur hara
Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.
5. Penambat racun
Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif.
6. Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)
Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk- produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.
7. Transportasi
Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.
8. Sumber plasma nutfah
Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya
baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.
9. Rekreasi dan pariwisata
Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan mangrove yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata alam antara lain di Sinjai (Sulawesi Selatan), Muara Angke (DKI), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah). Hutan mangrove memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek wisata alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam. Pantai Padang, Sumatera Barat yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan, memiliki peluang untuk dijadikan areal wisata mangrove.
Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.
10. Sarana pendidikan dan penelitian
Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Hutan bakau dapat di jadikan sarana pendidikan dan penelitian sebagai ilmu pengetahuan.
11. Memelihara proses-proses dan sistem alami
Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.
12. Penyerapan karbon
Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.
13. Memelihara iklim mikro
Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.
14. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam
Mangrove mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. Kegiatan rehabilitasi menjadi sangat prioritas sebelum dampak negatif dari hilangnya mangrove ini meluas dan tidak dapat diatasi (tsunami, abrasi, intrusi, pencemaran, dan penyebaran penyakit). Kota-kota yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata (ekoturisme).
Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :
1. Habitat satwa langka
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).
2. Pelindung dari bencana alam
Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.
3. Pengendapan lumpur
Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.
4. Penambah unsur hara
Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.
5. Penambat racun
Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif.
6. Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)
Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk- produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.
7. Transportasi
Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.
8. Sumber plasma nutfah
Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya
baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.
9. Rekreasi dan pariwisata
Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan mangrove yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata alam antara lain di Sinjai (Sulawesi Selatan), Muara Angke (DKI), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah). Hutan mangrove memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek wisata alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam. Pantai Padang, Sumatera Barat yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan, memiliki peluang untuk dijadikan areal wisata mangrove.
Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.
10. Sarana pendidikan dan penelitian
Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Hutan bakau dapat di jadikan sarana pendidikan dan penelitian sebagai ilmu pengetahuan.
11. Memelihara proses-proses dan sistem alami
Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.
12. Penyerapan karbon
Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.
13. Memelihara iklim mikro
Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.
14. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam
Tips mengurangi Sampah
Setiap orang menghasilkan sampah puluhan bahkan ratusan kilogram setiap tahunnya. beberapa kilogram diantaranya didaur ulang secara langsung oleh kita maupun orang lain, namun itu belumlah ideal. berikut adalah beberapa hal yg harusnya menjadi pemikiran serius dari kita semua:
1. kantong plastik, setiap tahun sekitar satu trilyun kantong plastik diproduksi dan digunakan diseluruh dunia. jumlah yg sangat besar. perlu diketahui bahwa dibutuhkan waktu ribuan bahkan puluhan ribu tahun agar kantong plastik bisa terurai di alam. jadi hilangkan kebiasaan keluar dr toko setelah berbelanja dengan membawa banyak kantong plastik. buatlah kantong belanjaan sendiri dari bahan pakaian / kertas bekas untuk membawa barang2 yg kita beli dan gunakan sampai ia tidak bisa dipakai lagi
2. hindari menggunakan produk2 sekali pakai
3. usahakan membeli produk dalam ukuran paket yang besar. misal: lebih baik membeli air mineral dalam kemasan 1,5l dibandingkan 3 kemasan air mineral berukuran 500ml, selain lebih murah, sampah yang dihasilkan pun lebih sedikit
4. ketika ingin membeli suatu barang kita menemukan ada beberapa produk dengan fungsi yang sama, pertimbangkanlah untuk memilih produk yang dikemas dengan menggunakan bahan yang minimal mengandung bahan2 yang sulit terurai didalam, seperti: plastik.
5. upayakan membeli produk yang bermutu dan berkualitas tinggi agar tahan lama dan bisa digunakan berulang kali
6. hilangkan kebiasaan mengambil / mengumpulkan selebaran yang berisikan promosi dari produk2 konsumsi.
1. kantong plastik, setiap tahun sekitar satu trilyun kantong plastik diproduksi dan digunakan diseluruh dunia. jumlah yg sangat besar. perlu diketahui bahwa dibutuhkan waktu ribuan bahkan puluhan ribu tahun agar kantong plastik bisa terurai di alam. jadi hilangkan kebiasaan keluar dr toko setelah berbelanja dengan membawa banyak kantong plastik. buatlah kantong belanjaan sendiri dari bahan pakaian / kertas bekas untuk membawa barang2 yg kita beli dan gunakan sampai ia tidak bisa dipakai lagi
2. hindari menggunakan produk2 sekali pakai
3. usahakan membeli produk dalam ukuran paket yang besar. misal: lebih baik membeli air mineral dalam kemasan 1,5l dibandingkan 3 kemasan air mineral berukuran 500ml, selain lebih murah, sampah yang dihasilkan pun lebih sedikit
4. ketika ingin membeli suatu barang kita menemukan ada beberapa produk dengan fungsi yang sama, pertimbangkanlah untuk memilih produk yang dikemas dengan menggunakan bahan yang minimal mengandung bahan2 yang sulit terurai didalam, seperti: plastik.
5. upayakan membeli produk yang bermutu dan berkualitas tinggi agar tahan lama dan bisa digunakan berulang kali
6. hilangkan kebiasaan mengambil / mengumpulkan selebaran yang berisikan promosi dari produk2 konsumsi.
Paham "antroposentrisme"
Paham "antroposentrisme" merupakan paham yang yang berorientasi bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta ini. Semua sumber daya dapat dimanfaatkan oleh manusia tanpa batas. Alam merupakan objek keserakahan manusia untuk dapat dieksplorasi sekehendak manusia. Paham ini saat ini dianut oleh beberapa negara. Jared Diamond dalam bukunya, Collapse: How Societies Choose to Fail ora Succeed (2005) memasukkan Indonesia, Nepal dan Kolombia sebagai peradaban yang mungkin dengan keruntuhan.
Diceritakan dalam buku tersebut banyak peradaban suatu bangsa punah karena tersebut tidak memperlakukan alam dengan bijaksana. Misalnya, kepunahan bangsa Viking Norse di Skandinavia karena tak sengaja menyebabkan erosi dan penggundulan hutan sehingga menghancurkan sumber daya mereka. Juga sejarah Ankor Wat, peradaban bangsa Maya, Kepulauan Easter, bangsa Zimbabwe, dan lembah sungai Indus merupakan pelajaran berharga bagaimana seharusnya memperlakukan alam.
Tulisan Marison Guciano di Kompas 3 Februari 2012 membahas mengenai bangsa Indonesia Bangsa Tanpa Visi Ekologi. Bangsa ini melalui pemerintahannya seringkali mengambil keputusan "sesat" terkait masalah ekologi. Obral ijin penguasaan hutan, maraknya kebijakan alih fungsi hutang lindung, pemberian keistimewaan bagi konglomerat kehutanan melalui penghapusan hutang, adalah beberapa contoh betapa pemerintahan bangsa ini tidak bervisi ekologi.
Contoh lainnya, terbitnya PP No 22/2008 yang kontroversial karena memberi keistimewaan bagi petambang untuk menambang di hutan lindung, pasifnya penegakan hukum lingkungan, hingga terjadinya pembantaian orangutan di Kalimantan Tengah karena dianggap hama sawit. Kekeliruan pemerintahan yang tidak bervisi ekologi ini "dibayar mahal" dengan terjadinya bencana ekologi seperti bencana banjir terjadi hampir di seluruh pelosok negeri ini dari pedesaan sampai ibukota. Pada musim kemarau, bencana kekeringan sering kali melanda; penduduk kesulitan air bersih dan petani tak bisa lagi mengairi lahan pertanian.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan, dalam tahun 2010-2011 terjadi 3.380 bencana alam yang melanda Indonesia dengan jumlah korban 2.973 orang dan 112.664 rumah rusak. Banjin bandang, kekeringan, dan tanah longsor merupakan bencana yang paling dominan menurut BPPB. Fenomena alam, seperti cuaca buruk, tingginya curah hujan seringkali menjadi kambing atas sumber dari malapetaka ini. Padahal bangsa yang tidak bervisi ekologi merupakan pangkal sebab menurunnya daya dukung lingkungan dan hadirnya bencana ekologi di sekitar kita. Kawasan hutan yang yang terus beralih fungsi menjadi pemukiman, industri, lahan pertanian, dan perkebunan; pembalakan liar yang marak; gaya hidup hedonis yang tak ramah lingkungan juga menjadi sebab ketidakseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan.
Berdasarkan data Forest Watch Indonesia (2009), dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, tutupan hutan di Indonesia berkurang dari 162 juga ha menjadi hanya 88,17 juta ha pada tahun 2009 atau setara dengan sekitar 46,3 persen dari luas total daratan Indonesia.
Bersama musnahnya puluhan juta hektar keanekaragaman hayati di dalamnya. Padahalan keanekaragaman hayati berfungsi sebagai penyedia sumber air dan kebutuhan nyata jutaan penduduk, penyedia tanaman obat, sumber stok genetik, regulasi iklim, pencegaha bencana alam, serta penjaga keseimbangan ekosisistem.
Tulisan Diamond merupakan warisan berharga sebagai bahan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia untuk mengambil keputusan penting terkait masa depannya. Kekeliruan membuat keputusan akan menyebabkan bangsa ini menggali kuburnya sendiri yang berakibat kepada kepunanah sendiri.
Kata-kata bijak suku Indian berikut ini bisa menjadi renungan kita semua. " Jika pohon terakhir telah ditebang, ikan terakhir telah ditangkap, sungai terakhir telah mengering, manusia baru sadar bahwa uang tak bisa dimakan." Wallahualam
[Forum Hijau Indonesia]
Diceritakan dalam buku tersebut banyak peradaban suatu bangsa punah karena tersebut tidak memperlakukan alam dengan bijaksana. Misalnya, kepunahan bangsa Viking Norse di Skandinavia karena tak sengaja menyebabkan erosi dan penggundulan hutan sehingga menghancurkan sumber daya mereka. Juga sejarah Ankor Wat, peradaban bangsa Maya, Kepulauan Easter, bangsa Zimbabwe, dan lembah sungai Indus merupakan pelajaran berharga bagaimana seharusnya memperlakukan alam.
Tulisan Marison Guciano di Kompas 3 Februari 2012 membahas mengenai bangsa Indonesia Bangsa Tanpa Visi Ekologi. Bangsa ini melalui pemerintahannya seringkali mengambil keputusan "sesat" terkait masalah ekologi. Obral ijin penguasaan hutan, maraknya kebijakan alih fungsi hutang lindung, pemberian keistimewaan bagi konglomerat kehutanan melalui penghapusan hutang, adalah beberapa contoh betapa pemerintahan bangsa ini tidak bervisi ekologi.
Contoh lainnya, terbitnya PP No 22/2008 yang kontroversial karena memberi keistimewaan bagi petambang untuk menambang di hutan lindung, pasifnya penegakan hukum lingkungan, hingga terjadinya pembantaian orangutan di Kalimantan Tengah karena dianggap hama sawit. Kekeliruan pemerintahan yang tidak bervisi ekologi ini "dibayar mahal" dengan terjadinya bencana ekologi seperti bencana banjir terjadi hampir di seluruh pelosok negeri ini dari pedesaan sampai ibukota. Pada musim kemarau, bencana kekeringan sering kali melanda; penduduk kesulitan air bersih dan petani tak bisa lagi mengairi lahan pertanian.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan, dalam tahun 2010-2011 terjadi 3.380 bencana alam yang melanda Indonesia dengan jumlah korban 2.973 orang dan 112.664 rumah rusak. Banjin bandang, kekeringan, dan tanah longsor merupakan bencana yang paling dominan menurut BPPB. Fenomena alam, seperti cuaca buruk, tingginya curah hujan seringkali menjadi kambing atas sumber dari malapetaka ini. Padahal bangsa yang tidak bervisi ekologi merupakan pangkal sebab menurunnya daya dukung lingkungan dan hadirnya bencana ekologi di sekitar kita. Kawasan hutan yang yang terus beralih fungsi menjadi pemukiman, industri, lahan pertanian, dan perkebunan; pembalakan liar yang marak; gaya hidup hedonis yang tak ramah lingkungan juga menjadi sebab ketidakseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan.
Berdasarkan data Forest Watch Indonesia (2009), dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, tutupan hutan di Indonesia berkurang dari 162 juga ha menjadi hanya 88,17 juta ha pada tahun 2009 atau setara dengan sekitar 46,3 persen dari luas total daratan Indonesia.
Bersama musnahnya puluhan juta hektar keanekaragaman hayati di dalamnya. Padahalan keanekaragaman hayati berfungsi sebagai penyedia sumber air dan kebutuhan nyata jutaan penduduk, penyedia tanaman obat, sumber stok genetik, regulasi iklim, pencegaha bencana alam, serta penjaga keseimbangan ekosisistem.
Tulisan Diamond merupakan warisan berharga sebagai bahan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia untuk mengambil keputusan penting terkait masa depannya. Kekeliruan membuat keputusan akan menyebabkan bangsa ini menggali kuburnya sendiri yang berakibat kepada kepunanah sendiri.
Kata-kata bijak suku Indian berikut ini bisa menjadi renungan kita semua. " Jika pohon terakhir telah ditebang, ikan terakhir telah ditangkap, sungai terakhir telah mengering, manusia baru sadar bahwa uang tak bisa dimakan." Wallahualam
[Forum Hijau Indonesia]
Kontribusi Peternakan Dalam Pemanasan Global
Setiap kali mendiskusikan penyebab perubahan iklim, bahan bakar fosil menempati urutan teratas. Minyak bumi, gas alam, dan terutama batu bara memang sumber utama emisi karbon dioksida (CO²) dan gas-gas rumah kaca lainnya (GRK) yang disebabkan oleh manusia. Tetapi siklus gas rumah kaca dan mata rantai industri peternakan hewan sebagai makanan telah disepelekan, padahal kenyataannya industri peternakan bertanggung jawab terhadap setidaknya setengah dari seluruh gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia.
Hewan ternak telah dikenal sebagai penyumbang gas rumah kaca utama. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) tahun 2006 yang telah dikutip secara luas, memperkirakan emisi yang setara dengan 7.516 juta metrik ton ekuivalen CO2 (CO²e) per tahun, atau 18% emisi gas rumah kaca dunia setiap tahun yang diakibatkan oleh hewan ternak, sapi, domba, kambing, unta, kuda, babi, dan unggas. Peternakan melepas 9% karbondioksida dan 37 gas metana (23 kali lebih berbahaya dari CO²). Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65% nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO²), serta 64% ammonia penyebab hujan asam. Tetapi analisa FAO memperlihatkan bahwa peternakan dan hasil sampingnya sebenarnya bertanggung jawab setidaknya 32.564 juta metrik ton CO²e per tahun, atau 51% dari seluruh emisi gas rumah kaca dunia setiap tahun.
Sebanyak 37% metana yang dihasilkan oleh manusia berasal dari hewan ternak. Meskipun efek pemanasan metana di atmosfer lebih kuat daripada CO², tetapi keberadaannya di atmosfer hanya sekitar 8 tahun, dibandingkan CO² yang ada di atmosfer setidaknya selama 100 tahun. Sebagai hasilnya, pengurangan metana yang signifikan dari peternakan di seluruh dunia akan mengurangi GRK secara lebih cepat dibandingkan penerapan energi terbarukan dan efisiensi energi.
Ancaman utama dari perubahan iklim adalah pertumbuhan populasi manusia, pertumbuhannya diperkirakan sekitar 35 persen antara tahun 2006 hingga 2050. Dalam periode yang sama, FAO memproyeksikan bahwa jumlah peternakan di seluruh dunia akan meningkat dua kali lipat, sehingga emisi GRK (gas rumah kaca) akibat peternakan juga akan meningkat kurang lebih dua kali lipat (atau meningkat sedikit bila semua rekomendasi FAO diterapkan secara utuh), sementara itu diharapkan bahwa GRK dari industri lain akan menurun. Hal ini akan menyebabkan jumlah emisi akibat peternakan bahkan lebih tidak dapat diterima dibandingkan tingkat bahaya yang ditetapkan saat ini. Hal ini juga berarti bahwa strategi yang efektif harus melibatkan penggantian produk peternakan dengan produk pengganti yang lebih baik, alih-alih hanya mengganti satu produk daging dengan produk daging lainnya yang dianggap lebih rendah jejak karbonnya.
Tabel di atas adalah ringkasan dari kategori-kategori emisi peternakan dan perkiraan FAO terhadap angkanya. Angka dihitung dengan menambahkan keseluruhan gas rumah kaca yang terlibat dalam pembukaan lahan untuk menggembala dan menanam pakan ternak, memelihara hewan ternak, pengolahan dan pengiriman produk jadi. Perhitungan menunjukkan 25.048 juta ton CO²e yang disebabkan peternakan telah dihitung lebih rendah dari kenyataan atau dilewatkan; dari subtotal itu, 3.000 juta ton ditempatkan secara salah, dan 22.048 juta ton secara menyeluruh tidak dihitung. Ketika jumlah ton yang tidak dihitung ditambahkan ke dalam persediaan gas rumah kaca global di atmosfer, persediaan itu meningkat dari 41.755 juta ton menjadi 63.803 juta ton. Laporan FAO sebesar 7.516 juta ton CO²e yang disebabkan peternakan kemudian menurun dari 18 persen gas rumah kaca dunia menjadi 11,8 persen.
Diperkirakan 30% daratan bebas es di bumi digunakan untuk produksi daging, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana. Peternakan juga adalah penggerak utama dari penebangan hutan.
Diperkirakan 70% bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak.
Jika dilihat dalam waktu jangka yang lebih pendek, metana memiliki dampak yang sangat besar. Dan jika berada di atmosfer dan bereaksi, maka akan lebih besar dampak yang ditimbulkan. Dengan begitu gas rumah kaca yang dihasilkan dalam produki daging lebih tinggi daripada transportasi. Di sisi lain efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi apabila telah berlebihan di atmosfer, maka akan mengakibatkan pemanasan global.
Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak mejadi daging olahan.
Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih. Dengan jumlah yang besar itu, peternakan sangat jelas memenuhi syarat untuk mendapat penanganan khusus dalam perubahan iklim.[BCR/FHI/FAO]
Hewan ternak telah dikenal sebagai penyumbang gas rumah kaca utama. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) tahun 2006 yang telah dikutip secara luas, memperkirakan emisi yang setara dengan 7.516 juta metrik ton ekuivalen CO2 (CO²e) per tahun, atau 18% emisi gas rumah kaca dunia setiap tahun yang diakibatkan oleh hewan ternak, sapi, domba, kambing, unta, kuda, babi, dan unggas. Peternakan melepas 9% karbondioksida dan 37 gas metana (23 kali lebih berbahaya dari CO²). Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65% nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO²), serta 64% ammonia penyebab hujan asam. Tetapi analisa FAO memperlihatkan bahwa peternakan dan hasil sampingnya sebenarnya bertanggung jawab setidaknya 32.564 juta metrik ton CO²e per tahun, atau 51% dari seluruh emisi gas rumah kaca dunia setiap tahun.
Sebanyak 37% metana yang dihasilkan oleh manusia berasal dari hewan ternak. Meskipun efek pemanasan metana di atmosfer lebih kuat daripada CO², tetapi keberadaannya di atmosfer hanya sekitar 8 tahun, dibandingkan CO² yang ada di atmosfer setidaknya selama 100 tahun. Sebagai hasilnya, pengurangan metana yang signifikan dari peternakan di seluruh dunia akan mengurangi GRK secara lebih cepat dibandingkan penerapan energi terbarukan dan efisiensi energi.
Ancaman utama dari perubahan iklim adalah pertumbuhan populasi manusia, pertumbuhannya diperkirakan sekitar 35 persen antara tahun 2006 hingga 2050. Dalam periode yang sama, FAO memproyeksikan bahwa jumlah peternakan di seluruh dunia akan meningkat dua kali lipat, sehingga emisi GRK (gas rumah kaca) akibat peternakan juga akan meningkat kurang lebih dua kali lipat (atau meningkat sedikit bila semua rekomendasi FAO diterapkan secara utuh), sementara itu diharapkan bahwa GRK dari industri lain akan menurun. Hal ini akan menyebabkan jumlah emisi akibat peternakan bahkan lebih tidak dapat diterima dibandingkan tingkat bahaya yang ditetapkan saat ini. Hal ini juga berarti bahwa strategi yang efektif harus melibatkan penggantian produk peternakan dengan produk pengganti yang lebih baik, alih-alih hanya mengganti satu produk daging dengan produk daging lainnya yang dianggap lebih rendah jejak karbonnya.
Tabel di atas adalah ringkasan dari kategori-kategori emisi peternakan dan perkiraan FAO terhadap angkanya. Angka dihitung dengan menambahkan keseluruhan gas rumah kaca yang terlibat dalam pembukaan lahan untuk menggembala dan menanam pakan ternak, memelihara hewan ternak, pengolahan dan pengiriman produk jadi. Perhitungan menunjukkan 25.048 juta ton CO²e yang disebabkan peternakan telah dihitung lebih rendah dari kenyataan atau dilewatkan; dari subtotal itu, 3.000 juta ton ditempatkan secara salah, dan 22.048 juta ton secara menyeluruh tidak dihitung. Ketika jumlah ton yang tidak dihitung ditambahkan ke dalam persediaan gas rumah kaca global di atmosfer, persediaan itu meningkat dari 41.755 juta ton menjadi 63.803 juta ton. Laporan FAO sebesar 7.516 juta ton CO²e yang disebabkan peternakan kemudian menurun dari 18 persen gas rumah kaca dunia menjadi 11,8 persen.
Diperkirakan 30% daratan bebas es di bumi digunakan untuk produksi daging, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana. Peternakan juga adalah penggerak utama dari penebangan hutan.
Diperkirakan 70% bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak.
Jika dilihat dalam waktu jangka yang lebih pendek, metana memiliki dampak yang sangat besar. Dan jika berada di atmosfer dan bereaksi, maka akan lebih besar dampak yang ditimbulkan. Dengan begitu gas rumah kaca yang dihasilkan dalam produki daging lebih tinggi daripada transportasi. Di sisi lain efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Akan tetapi apabila telah berlebihan di atmosfer, maka akan mengakibatkan pemanasan global.
Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak mejadi daging olahan.
Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih. Dengan jumlah yang besar itu, peternakan sangat jelas memenuhi syarat untuk mendapat penanganan khusus dalam perubahan iklim.[BCR/FHI/FAO]
Sejarah Pecinta Alam
Tahun 1912, di Nusantara sudah ada yang namanya DE NEDERLANDSH INDISCHE VEREENIGING TOT NATUUR RESCHERMING Hingga pada tahun 1937 terbentuklah BESCHERMING AFDELING VAN'T LAND PLANTETUIN. Inilah kegiatan kepencintaalaman mulai aktif.
Tapi kapankah kegiatan pencinta alam secara resmi dimulai di jaman Republik Indonesia? ini ringkaskan artikel dari alm. Norman Edwin berjudul "Awibowo - Biang Pencinta Alam Indonesia" (Mutiara, 20 Juni-3 Juli 1984). Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air. Nama perkumpulannya yaitu "PERKOEMPOELAN PENTJINTA ALAM"(PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. Saat pendirian, Awi baru selesai pendidikannya di Universitas Indonesia di Bogor (sekarang IPB). Diskusi ramai digelar bersama teman2nya, ada yang mengusulkan 'penggemar alam, pesuka alam'dsb. Tapi Awi mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka. Gemar/suka mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. "Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?"kata dia. Istilah pencinta alam akhirnya dipakai.
WANADRI (PERHIMPUNAN PENEMPUH RIMBA DAN PENDAKI GUNUNG), merupakan salah satu organisasi tertua yang bergerak dalam kegiatan alam bebas. Wanadri mempunyai sekretariat di kota Bandung. Wanadri berdiri tahun 1964, tahun yang sama dengan tahun lahirnya MAPALA SASTRA UI. Gagasan untuk mendirikan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dicetuskan oleh sekelompok pemuda yang sebagian besar adalah bekas pandu pada bulan Januari 1964. Perhimpunan ini kemudian diresmikan pada tanggal 16 Mei 1964. Di Fakultas Sastra UI, sebelum berdirinya Mapala UI, sudah terdapat kelompok – kelompok mahasiswa yang gemar bertualang di alam bebas. Mereka yang terdiri dari mahasiswa Arkeologi dan Antropologi yang banyak turun ke lapangan serta mereka yang pernah tergabung dalam organisasi kepanduan. Adalah seorang Soe Hok Gie yang mencetuskan ide pembentukan suatu organisasi yang dapat menjadi wadah untuk mengkoordinir kelompok – kelompok tadi, berikut kegiatan mereka di alam bebas. Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Sdr. Soe sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama IKATAN PENCINTA ALAM MANDALAWANGI itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja.
Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Adapun organisasi yang diidamkan Sdr. Soe itu merupakan organisasi yang dapat menampung segala kegiatan di alam bebas, dan ini dikhususkan bagi mahasiswa FSUI saja. Namun pada akhirnya usaha ini gagal karena ada kesalahan teknis pada saat akan diadakan pendeklarasian di Cibeureum pada November 1964. Meskipun usaha pertama gagal, para perintis ini tidak menyerah. Sementara mematangkan ide, mereka bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu borjuis. Dan pada waktu itu segala yang borjuis, habis diganyang. Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. MAPALA merupakan singkatan dari MAHASISWA PENCINTA ALAM. Dan "Prajnaparamita" berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Dewi Prajnaparamita juga menjadi lambang dari senat FSUI saat itu. Dibawah tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA ditambah tulisan FSUI yang menunjukkan tempat bernaungnya organisasi ini.
Sampai tahun 1970-an, di beberapa fakultas di UI terdapat beberapa organisasi pencinta alam antara lain : Ikatan Mahasiswa Pencinta alam (IMPALA) di Psikologi, Climbing And Tracking Club (CATAC) di Ekonomi, Yellow Xappa Student Family (Yexastufa) di Teknik, Climbing And Tacking (CAT) di Kedokteran dll. Setelah berjalan beberapa waktu di akultasnya masing–masing, organisasi– organisasi ini merasakan dan menyadari bahwa Mapala UI yang telah terbentuk dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi–organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI. Kemudian pada tahun 1970, WANADRI memprakarsai Gladian Nasional yang merupakan pertemuan akbar pecinta alam se Indonesia. Menurut bahasa berasal dari “gladi” (bahasa Jawa) yang mempunyai arti “latihan” sehingga Gladian Nasional bisa diartikan sebagai “ajang latihan” bagi para pecinta alam guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam bebas. Gladian Nasional juga berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar perkumpulan pecinta alam se Indonesia. Pada awalnya kegiatan ini diadakan oleh WANADRI sebagai ajang latihan bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam gladian ini antara lain mountaineering, pengenalan SAR, acara kekeluargaan, serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Selain anggota WANADRI dalam kegiatan ini diundang pula beberapa perhimpunan- perhimpunan pencinta alam dan pendaki gunung yang ada di Jawa. Dalam acara gladian yang kemudian dikenal sebagai Gladian Nasional I ini hadir 109 orang dari 18 perhimpunan. Pada kesempatan itu pula akhirnya disepakati bersama untuk menyelenggarakan gladian-gladian selanjutnya sebagai media pertemuan dan latihan pencinta alam dan pendaki gunung di Indonesia.
Salah satu Gladian Nasional yang fenomenal adalah Gladian Nasional IV yang berlangsung di Sulawesi Selatan di mana dalam gladian ini berhasil disepakati KODE ETIK PENCINTA ALAM INDONESIA yang masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di Indonesia hingga sekarang. Meskipun tidak rutin dilaksanakan dalam rentang waktu tertentu namun Gladian Nasional telah berhasil dilaksanakan beberapa kali. Berikut adalah daftar pelaksanaan Gladian Nasional: * Gladian Nasional I oleh WANADRI 25 – 29 Februari 1970 di tebing Citatah Jawa Barat. * Gladian Nasional II 1971 di Malang Jawa Timur oleh TMS 7 Malang. *
Gladian Nasional III di Pantai Carita, Labuhan, Jawa Barat Desember 1972.
oleh Badan Koordinasi Pencinta alam dan Penjelajah Alam se-Jakarta.
Gladian Nasional IV di P. Lae-Lae dan Tana Toraja Sulawesi Selatan Januari 1974, oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja Pencinta Alam se-UjungPandang. Dalam gladian IV yang dihadiri oleh 44 perhimpunan organisasi pecinta alam ini berhasil menyepakati Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang masih dipergunakan hingga sekarang.
Gladian Nasional V Jawa Barat pada bulan Mei 1978. Gladian ini semula direncanakan dilaksanakan pada tahun 1974 namun baru bisa berhasil diselenggarakan pada tahun 1978 oleh WANADRI bekerja sama degan berbagai perhimpunan organisasi Pecinta Alam (dan sejenisnya) se Jawa Barat.
Gladian Nasional VII di Kalimantan Tengah.
Gladian Nasional IX di Lampung Januari 1989.
Gladian Nasional X di Jawa Barat 5–10 September 1994.
Gladian Nasional XI di Yogyakarta4–11 Agustus 1996.
Gladian Nasional XII di Jawa Timur 28 Mei- 5 Juni 2001.
Gladian Nasional XIII 7-17 Agustus 2009 di Mataram Nusa Tenggara Barat.
Tapi kapankah kegiatan pencinta alam secara resmi dimulai di jaman Republik Indonesia? ini ringkaskan artikel dari alm. Norman Edwin berjudul "Awibowo - Biang Pencinta Alam Indonesia" (Mutiara, 20 Juni-3 Juli 1984). Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air. Nama perkumpulannya yaitu "PERKOEMPOELAN PENTJINTA ALAM"(PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. Saat pendirian, Awi baru selesai pendidikannya di Universitas Indonesia di Bogor (sekarang IPB). Diskusi ramai digelar bersama teman2nya, ada yang mengusulkan 'penggemar alam, pesuka alam'dsb. Tapi Awi mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka. Gemar/suka mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. "Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?"kata dia. Istilah pencinta alam akhirnya dipakai.
WANADRI (PERHIMPUNAN PENEMPUH RIMBA DAN PENDAKI GUNUNG), merupakan salah satu organisasi tertua yang bergerak dalam kegiatan alam bebas. Wanadri mempunyai sekretariat di kota Bandung. Wanadri berdiri tahun 1964, tahun yang sama dengan tahun lahirnya MAPALA SASTRA UI. Gagasan untuk mendirikan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dicetuskan oleh sekelompok pemuda yang sebagian besar adalah bekas pandu pada bulan Januari 1964. Perhimpunan ini kemudian diresmikan pada tanggal 16 Mei 1964. Di Fakultas Sastra UI, sebelum berdirinya Mapala UI, sudah terdapat kelompok – kelompok mahasiswa yang gemar bertualang di alam bebas. Mereka yang terdiri dari mahasiswa Arkeologi dan Antropologi yang banyak turun ke lapangan serta mereka yang pernah tergabung dalam organisasi kepanduan. Adalah seorang Soe Hok Gie yang mencetuskan ide pembentukan suatu organisasi yang dapat menjadi wadah untuk mengkoordinir kelompok – kelompok tadi, berikut kegiatan mereka di alam bebas. Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Sdr. Soe sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama IKATAN PENCINTA ALAM MANDALAWANGI itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja.
Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Adapun organisasi yang diidamkan Sdr. Soe itu merupakan organisasi yang dapat menampung segala kegiatan di alam bebas, dan ini dikhususkan bagi mahasiswa FSUI saja. Namun pada akhirnya usaha ini gagal karena ada kesalahan teknis pada saat akan diadakan pendeklarasian di Cibeureum pada November 1964. Meskipun usaha pertama gagal, para perintis ini tidak menyerah. Sementara mematangkan ide, mereka bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu borjuis. Dan pada waktu itu segala yang borjuis, habis diganyang. Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. MAPALA merupakan singkatan dari MAHASISWA PENCINTA ALAM. Dan "Prajnaparamita" berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Dewi Prajnaparamita juga menjadi lambang dari senat FSUI saat itu. Dibawah tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA ditambah tulisan FSUI yang menunjukkan tempat bernaungnya organisasi ini.
Sampai tahun 1970-an, di beberapa fakultas di UI terdapat beberapa organisasi pencinta alam antara lain : Ikatan Mahasiswa Pencinta alam (IMPALA) di Psikologi, Climbing And Tracking Club (CATAC) di Ekonomi, Yellow Xappa Student Family (Yexastufa) di Teknik, Climbing And Tacking (CAT) di Kedokteran dll. Setelah berjalan beberapa waktu di akultasnya masing–masing, organisasi– organisasi ini merasakan dan menyadari bahwa Mapala UI yang telah terbentuk dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi–organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI. Kemudian pada tahun 1970, WANADRI memprakarsai Gladian Nasional yang merupakan pertemuan akbar pecinta alam se Indonesia. Menurut bahasa berasal dari “gladi” (bahasa Jawa) yang mempunyai arti “latihan” sehingga Gladian Nasional bisa diartikan sebagai “ajang latihan” bagi para pecinta alam guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam bebas. Gladian Nasional juga berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar perkumpulan pecinta alam se Indonesia. Pada awalnya kegiatan ini diadakan oleh WANADRI sebagai ajang latihan bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam gladian ini antara lain mountaineering, pengenalan SAR, acara kekeluargaan, serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Selain anggota WANADRI dalam kegiatan ini diundang pula beberapa perhimpunan- perhimpunan pencinta alam dan pendaki gunung yang ada di Jawa. Dalam acara gladian yang kemudian dikenal sebagai Gladian Nasional I ini hadir 109 orang dari 18 perhimpunan. Pada kesempatan itu pula akhirnya disepakati bersama untuk menyelenggarakan gladian-gladian selanjutnya sebagai media pertemuan dan latihan pencinta alam dan pendaki gunung di Indonesia.
Salah satu Gladian Nasional yang fenomenal adalah Gladian Nasional IV yang berlangsung di Sulawesi Selatan di mana dalam gladian ini berhasil disepakati KODE ETIK PENCINTA ALAM INDONESIA yang masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di Indonesia hingga sekarang. Meskipun tidak rutin dilaksanakan dalam rentang waktu tertentu namun Gladian Nasional telah berhasil dilaksanakan beberapa kali. Berikut adalah daftar pelaksanaan Gladian Nasional: * Gladian Nasional I oleh WANADRI 25 – 29 Februari 1970 di tebing Citatah Jawa Barat. * Gladian Nasional II 1971 di Malang Jawa Timur oleh TMS 7 Malang. *
Gladian Nasional III di Pantai Carita, Labuhan, Jawa Barat Desember 1972.
oleh Badan Koordinasi Pencinta alam dan Penjelajah Alam se-Jakarta.
Gladian Nasional IV di P. Lae-Lae dan Tana Toraja Sulawesi Selatan Januari 1974, oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja Pencinta Alam se-UjungPandang. Dalam gladian IV yang dihadiri oleh 44 perhimpunan organisasi pecinta alam ini berhasil menyepakati Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang masih dipergunakan hingga sekarang.
Gladian Nasional V Jawa Barat pada bulan Mei 1978. Gladian ini semula direncanakan dilaksanakan pada tahun 1974 namun baru bisa berhasil diselenggarakan pada tahun 1978 oleh WANADRI bekerja sama degan berbagai perhimpunan organisasi Pecinta Alam (dan sejenisnya) se Jawa Barat.
Gladian Nasional VII di Kalimantan Tengah.
Gladian Nasional IX di Lampung Januari 1989.
Gladian Nasional X di Jawa Barat 5–10 September 1994.
Gladian Nasional XI di Yogyakarta4–11 Agustus 1996.
Gladian Nasional XII di Jawa Timur 28 Mei- 5 Juni 2001.
Gladian Nasional XIII 7-17 Agustus 2009 di Mataram Nusa Tenggara Barat.
MIMPI DAN BERJUANG
Dikisahkan, pada tahun 1867, hiduplah seorang ahli teknik kelahiran Jerman bernama John Augustus Roebling. Ia bermimpi membangun sebuah jembatan yang menghubungkan Kota New York dan Long Island. Impian John tidak mendapat dukungan bahkan ditertawakan oleh banyak temannya. Mereka mengganggap proyek itu adalah ide yang paling gila dan impossible di zaman itu. Maka, John pun hanya bisa berbagi impian dengan anaknya, Washington Roebling. Washington juga seorang ahli teknik. Ayah dan anak itu berjuang bersama untuk mewujudkan impian itu.
Ketika proyek itu baru berjalan beberapa bulan, terjadi kecelakaan yang fatal. Sayangnya, karena pertolongan yang terlambat, John Roebling tidak bisa diselamatkan. Sedangkan Washington, walaupun nyawanya selamat, tetapi mengalami cedera parah pada kepalanya yang mempengaruhi motoriknya. Washington menjadi lumpuh dan tidak mampu berbicara. Namun demikian, impaian ayahnya tentang jembatan tidak pernah padam dalam pikirannya.
Suatu hari, saat Washington terbaring tidak berdaya di tempat tidurnya, ia melihat cahaya matahari melewati jendela kamarnya, menyilaukan dan menyakitkan mata. Segera ditutupnya kelopak matanya, dan saat itu pula, seakan Tuhan berbicara dengan pertanda, tiba-tiba muncullah sebuah kesadaran, "Hari ini aku masih bisa menikmati indahnya kilau mentari, artinya, Tuhan masih memberiku waktu untuk berbuat. Dan aku sadar, aku tidak boleh menyerah!" Dengan sekuat tenaga ia berkonsentrasi penuh dan berusaha untuk menggerakkan satu jarinya. Usaha yang dilakukan berulang-ulang dengan semangat dan konsentrasi penuh, ternyata tidak sia-sia. Dia berhasil menggerakkan jarinya! Perlahan-lahan, Washington mampu membuat kode untuk berkomunikasi dengan istrinya, Emily, melalui satu jari itu.
Walaupun begitu perlahan pada awalnya, dengan cara seperti itulah, Washington memberi petunjuk kepada Emily untuk melanjutkan pembuatan jembatan. Semua instruksi diberikan kepada Emily dan kemudian disampaikan lebih lanjut kepada para pekerjanya yang setia membantu mewujudkan impiannya. Begitu berulang-ulang. Mereka melalui berbagai kendala yang tidak sedikit jumlahnya. Butuh waktu panjang untuk berjuang dengan semua sisa kekuatan dan ketegarannya, dan butuh waktu selama 13 tahun untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, pada tahun 1883, Jembatan Brooklyn (Brooklyn Bridge) berdiri megah di Kota New York, Amerika Serikat.
Teman-teman yang luar biasa,
Cerita di atas merupakan sebuah contoh bahwa pikiran positif dan perjuangan nyata mampu memegang erat mimpi dan bisa mewujudkan apa yang sekiranya tidak mungkin menjadi mungkin!
Betapa luar biasanya kekuatan pikiran manusia! Pikiran manusia bisa membuat hidup menjadi sengsara atau bahagia, gagal atau sukses, biasa-biasa saja atau luar biasa. Kalau kita mengikuti pikiran yang negatif, maka kehidupan kita isinya akan negatif pula; hidup penuh kecemasan, pasif, ketakutan dan kekurangan. Namun jika kita mampu mengembangkan pikiran yang positif, optimis, dan senantiasa berpengharapan yang positif, serta punya komitmen tinggi dalam mewujudkan segala impiannya, maka kita akan hidup penuh gairah, syukur, gembira, sukses, dan bahagia... setiap hari!
Mari kita pilih hidup dengan pola pikir yang positif. Kita pilih hidup dengan aktivitas yang positif. Dan kita pilih agar kualitas kita hidup berguna bagi kita,alam dan bagi banyak orang...!
Cebok Pake Air VS Tissue?
Ini ada hubungannya dengan masalah lingkungan. Saat masyarakat kita berlomba² mengikuti cara hidup orang² barat, justru masyarakat sana mengeluarkan beberapa pemikiran untuk mencontoh gaya hidup masyarakat kita yang justru ternyata dapat menyelamatkan lingkungan.
Seorang aktivis lingkungan Amerika yang bernama Noelle Robbins menulis artikel yang berjudul “Cleaning with water, a better alternative Flushing Forest”.
Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa gaya hidup masyarakat Amerika yang menggunakan tisu toilet telah menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem hutan yang ada di dunia. Bagaimana tidak, berdasarkan studi yang dilakukan, untuk membuat 3.2 juta ton tisu toilet setara dengan menebang pohon sebanyak 54 juta batang pohon.
Fakta itu membuat sang penulis berpikiran untuk mengubah gaya hidup masyarakat amerika dalam penggunaan tisu toilet. Noelle Robbins mengungkapkan sebuah pandangan bahwa cara “cebok” ala orang asia lebih bersifat ramah lingkungan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setiap roll tisu, dalam proses pembuatannya membutuhkan sebanyak 37 galon atau setara dengan 140 liter air. Setiap harinya, orang amerika rata-rata menghabiskan 57 lembar tisu toilet, dan ini setara dengan penggunaan air 3, 7 galon sehari. Jika dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat asia yang cebok dengan menggunakan air, sekali cebok setiap orang rata-rata hanya memerlukan 0,03 galon air. Jumlah yang sangat jauh jika dibandingkan dengan air yang dipakai untuk pembuatan tisu toilet.
Angka-angka di atas, cukup membuat kita tertegun sejenak. Sesuatu hal yang sepele yang kita gunakan ternyata berasal dari sesuatu yang besar di alam.
Selain Steril, juga mengurangi resiko penggundulan hutan seperti fakta artikel di atas:
Untuk membuat 3.2 juta ton tisu toilet setara dengan menebang pohon sebanyak 54 juta batang pohon".
SEBUAH TINDAKAN KECIL AKAN BERDAMPAK BAGI BUMI KITA.
Seorang aktivis lingkungan Amerika yang bernama Noelle Robbins menulis artikel yang berjudul “Cleaning with water, a better alternative Flushing Forest”.
Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa gaya hidup masyarakat Amerika yang menggunakan tisu toilet telah menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem hutan yang ada di dunia. Bagaimana tidak, berdasarkan studi yang dilakukan, untuk membuat 3.2 juta ton tisu toilet setara dengan menebang pohon sebanyak 54 juta batang pohon.
Fakta itu membuat sang penulis berpikiran untuk mengubah gaya hidup masyarakat amerika dalam penggunaan tisu toilet. Noelle Robbins mengungkapkan sebuah pandangan bahwa cara “cebok” ala orang asia lebih bersifat ramah lingkungan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setiap roll tisu, dalam proses pembuatannya membutuhkan sebanyak 37 galon atau setara dengan 140 liter air. Setiap harinya, orang amerika rata-rata menghabiskan 57 lembar tisu toilet, dan ini setara dengan penggunaan air 3, 7 galon sehari. Jika dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat asia yang cebok dengan menggunakan air, sekali cebok setiap orang rata-rata hanya memerlukan 0,03 galon air. Jumlah yang sangat jauh jika dibandingkan dengan air yang dipakai untuk pembuatan tisu toilet.
Angka-angka di atas, cukup membuat kita tertegun sejenak. Sesuatu hal yang sepele yang kita gunakan ternyata berasal dari sesuatu yang besar di alam.
Selain Steril, juga mengurangi resiko penggundulan hutan seperti fakta artikel di atas:
Untuk membuat 3.2 juta ton tisu toilet setara dengan menebang pohon sebanyak 54 juta batang pohon".
SEBUAH TINDAKAN KECIL AKAN BERDAMPAK BAGI BUMI KITA.
Pemanasan global dapat dikurangi dengan atap putih
Warna atap rumah biasanya berwarna merah bata, biru, hitam, hijau tua, dan lain-lain. Sangat jarang kita melihat atap berwarna putih. Untuk bangunan dengan dak pun biasa mengikuti warna semen yaitu abu-abu.
Ternyata untuk kita yang tinggal di daerah tropis dan panas, atap berwarna putih akan jauh lebih bermanfaat.
Permukaan atap menutupi rata-rata 25% dari seluruh permukaan kota. Sedangkan jalanan menutupi sekitar 35% dari seluruh permukaan kota. Menurut penelitian dari Hashem Akbari,seorang peneliti dari Heat Island Group, bila 100 kota didunia mengganti atap dengan warna putih, dan juga jalanan dengan bahan yang lebih memantulkan cahaya, seperti jalan beton dibandingkan jalan aspal, maka efek pendinginan global yang dihasilkan akan sangat besar.
khusus untuk penggunaan atap berwarna hitam : atap berwarna hitam dapat menambah panas suhu di permukaan atap. (itu karena seperti apa yang dulu kita pelajari di sekolah, bahwa warna hitam dapat menyerap kalor (panas) lebih banyak di bandingkan warna putih. hal itu akan mengakibatkan meningkatnya juga suhu di dalam ruangan.
nah, untuk mengurangi hawa panas tersebut, mungkin cara yang paling murah adalah dengan mengecat atap menggunakan cat berwarna putih.
kenapa ??
itu karena atap berwarna putih bisa memantulkan sinar ultraviolet lebih banyak di bandingkan warna gelap seperti warna hitam, dan dapat mengurangi transfer hawa panas kedalam ruangan.
bahkan Negara bagian California sudah mengharuskan semua bangunan baru sejak tahun 2005, menggunakan atap berwarna putih, untuk permukaan atap yang rata maupun menurun
penerapan atap berwarna putih ini, selain bisa menghemat energi dan uang, hal ini juga dapat sedikit membantu dalam proses penyelamatan lingkungan.
[BCR/FHI]
Ternyata untuk kita yang tinggal di daerah tropis dan panas, atap berwarna putih akan jauh lebih bermanfaat.
Permukaan atap menutupi rata-rata 25% dari seluruh permukaan kota. Sedangkan jalanan menutupi sekitar 35% dari seluruh permukaan kota. Menurut penelitian dari Hashem Akbari,seorang peneliti dari Heat Island Group, bila 100 kota didunia mengganti atap dengan warna putih, dan juga jalanan dengan bahan yang lebih memantulkan cahaya, seperti jalan beton dibandingkan jalan aspal, maka efek pendinginan global yang dihasilkan akan sangat besar.
khusus untuk penggunaan atap berwarna hitam : atap berwarna hitam dapat menambah panas suhu di permukaan atap. (itu karena seperti apa yang dulu kita pelajari di sekolah, bahwa warna hitam dapat menyerap kalor (panas) lebih banyak di bandingkan warna putih. hal itu akan mengakibatkan meningkatnya juga suhu di dalam ruangan.
nah, untuk mengurangi hawa panas tersebut, mungkin cara yang paling murah adalah dengan mengecat atap menggunakan cat berwarna putih.
kenapa ??
itu karena atap berwarna putih bisa memantulkan sinar ultraviolet lebih banyak di bandingkan warna gelap seperti warna hitam, dan dapat mengurangi transfer hawa panas kedalam ruangan.
bahkan Negara bagian California sudah mengharuskan semua bangunan baru sejak tahun 2005, menggunakan atap berwarna putih, untuk permukaan atap yang rata maupun menurun
penerapan atap berwarna putih ini, selain bisa menghemat energi dan uang, hal ini juga dapat sedikit membantu dalam proses penyelamatan lingkungan.
[BCR/FHI]
cerita tentang kenyamanan di kebodohan
Banyak yang memperhatikan ttg pemanasan global dan perubahan cuaca, tetapi hanya sebatas memperhatikan saja, mungkin tidak tahu harus berbuat apa, mungkin juga sudah tahu tetapi diam saja, mungkin juga berpikir apalah artinya saya seorang, berapa banyak orang yang hidup di bumi ini. Banyak tips yang ada untuk mengurangi pemanasan global ini, apabila ingin membantu atau berpartisipasi untuk itu, tentu akan dengan senang hati melakukannya. Tetapi mungkin karena sudah enak dan nyaman apa yang ada sekarang, so what gitu lho, cuek aja yang penting sekarang sudah nyaman buat apa lagi yang harus di pikirkan.
Tahukah anda bahwa listrik sebagian besar pembangkitnya menggunakan bahan hasil bumi, seperti minyak dan batu bara ?? berapa besar penggunaan bahan bakar itu? Tahukah anda kendaraan yang ada sekarang turut menyumbang efek rumah kaca ? memang kita sumua membutuhkan kendaraan untuk aktivitas kita, dan memang ternyata karena sudah nyaman dengan kendaraan yang di gunakan, ya itu lah yang terjadi karena nyaman, cobalah gunakan kendaraan umum, itu lebih bijaksana. “ tapi ‘kan nggak enak naik kendaraan umum, sumpek, lagi pula kita kan punya mobil, ber AC lagi”. Memang nyaman tidak lepas dari kebiasaan kita semua. Salahkah ??? tidak, iya ??? saya tidak tahu, nanti generasi penerus yang bilang kita salah atau tidak. Maaf ini bukan menghakimi anda semua.
apa kabar kawan kawan di daerah pertambangan ?? bila kita mau menentang pertambangan, kita harus lihat dulu apakah kita masih memakai produk mereka, apakah pemerintah salah memberikan ijin nya, apakah kita sayang sama lingkungan alam / hutan kita ??
penambang, yang meng exploitasi daerah sehingga merusak lingkungan kah yang salah ?
pemerintah, yang memberikan ijin kah yang salah ??
atau konsumen yang salah ??
disini kita tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Disini kita mencari solusinya, mencari pengganti barang atau bahan yang tadinya berbasis minyak.
Apakah ada hal lain yang bisa menggantikan nya ?? entah lah, mungkin kalau pun ada, pastilah hukum ekonomi dan politik berlaku dan penentangan itu pun ada.
Saya sangat menghargai bila ada yang mencoba sesuatu demi bumi yang cerah, berbuat sesuatu seperti mencari pengganti plastic atau steroform, pengganti bahan bakar untuk kendaraan, pengganti – pengganti yang lain, karena itu semua terbuat atas dasar minyak. Kita sudah terlena dengan apa yang ada sekarang, karena sudah nyaman, tetapi itu semua karena minyak, atau hasil tambang yang lain. Ada beberapa orang yang saya kenal yang telah berusaha untuk melakukan itu tetapi ditentang dari masyarakat ada dan itulah dunia, yang cuek lebih banyak dari pada yang menentang, yang mendukung, bisa dihitung dengan jari. Karena apa ?? karena mereka sudah nyaman dengan apa yang ada sekarang, karena itu hal yang baru dan itu belum memasyarakat, dan konyolnya lagi itu tidak di dukung oleh pemerintah. Saya sangat heran perlakuan terhadap mereka yang mau membuat dunia ini lebih baik .
Tahukah anda apa yang anda hirup sehari hari ?? tahukah anda apa yang anda minum ?? tahukah anda apa yang anda makan ?? apakah itu alami ?? apakah itu tidak ada gas buangan asap kendaraan atau asap pabrik ?? apakah itu masih menggunakan botol plastic yang sekali pakai ?? apakah itu berpestisida pada makanan ?? dan masih banyak apakah. Dan saya yakin kita masih sangat nyaman akan hal itu. Sementara racun di sekitar kita bertebaran. Maaf apakah anda lihat yang lain ??
Ingat lah kawan hidup ini bukan cuma sekedarnya, masih ada generasi penerus, lihatlah pemanasan global dan perubahan cuaca sudah berlaku, alam tidak merasakan, kitalah yang merasakan akibatnya, alam bukan sebab, kitalah sebabnya. Belajarlah supaya tidak jadi budak, mengajarlah supaya kita menjadi bangsa yang pandai, ingat ilmu tidak bisa di bawa mati dan ilmu itu adalah milik Tuhan semata.
Tahukah anda bahwa listrik sebagian besar pembangkitnya menggunakan bahan hasil bumi, seperti minyak dan batu bara ?? berapa besar penggunaan bahan bakar itu? Tahukah anda kendaraan yang ada sekarang turut menyumbang efek rumah kaca ? memang kita sumua membutuhkan kendaraan untuk aktivitas kita, dan memang ternyata karena sudah nyaman dengan kendaraan yang di gunakan, ya itu lah yang terjadi karena nyaman, cobalah gunakan kendaraan umum, itu lebih bijaksana. “ tapi ‘kan nggak enak naik kendaraan umum, sumpek, lagi pula kita kan punya mobil, ber AC lagi”. Memang nyaman tidak lepas dari kebiasaan kita semua. Salahkah ??? tidak, iya ??? saya tidak tahu, nanti generasi penerus yang bilang kita salah atau tidak. Maaf ini bukan menghakimi anda semua.
apa kabar kawan kawan di daerah pertambangan ?? bila kita mau menentang pertambangan, kita harus lihat dulu apakah kita masih memakai produk mereka, apakah pemerintah salah memberikan ijin nya, apakah kita sayang sama lingkungan alam / hutan kita ??
penambang, yang meng exploitasi daerah sehingga merusak lingkungan kah yang salah ?
pemerintah, yang memberikan ijin kah yang salah ??
atau konsumen yang salah ??
disini kita tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Disini kita mencari solusinya, mencari pengganti barang atau bahan yang tadinya berbasis minyak.
Apakah ada hal lain yang bisa menggantikan nya ?? entah lah, mungkin kalau pun ada, pastilah hukum ekonomi dan politik berlaku dan penentangan itu pun ada.
Saya sangat menghargai bila ada yang mencoba sesuatu demi bumi yang cerah, berbuat sesuatu seperti mencari pengganti plastic atau steroform, pengganti bahan bakar untuk kendaraan, pengganti – pengganti yang lain, karena itu semua terbuat atas dasar minyak. Kita sudah terlena dengan apa yang ada sekarang, karena sudah nyaman, tetapi itu semua karena minyak, atau hasil tambang yang lain. Ada beberapa orang yang saya kenal yang telah berusaha untuk melakukan itu tetapi ditentang dari masyarakat ada dan itulah dunia, yang cuek lebih banyak dari pada yang menentang, yang mendukung, bisa dihitung dengan jari. Karena apa ?? karena mereka sudah nyaman dengan apa yang ada sekarang, karena itu hal yang baru dan itu belum memasyarakat, dan konyolnya lagi itu tidak di dukung oleh pemerintah. Saya sangat heran perlakuan terhadap mereka yang mau membuat dunia ini lebih baik .
Tahukah anda apa yang anda hirup sehari hari ?? tahukah anda apa yang anda minum ?? tahukah anda apa yang anda makan ?? apakah itu alami ?? apakah itu tidak ada gas buangan asap kendaraan atau asap pabrik ?? apakah itu masih menggunakan botol plastic yang sekali pakai ?? apakah itu berpestisida pada makanan ?? dan masih banyak apakah. Dan saya yakin kita masih sangat nyaman akan hal itu. Sementara racun di sekitar kita bertebaran. Maaf apakah anda lihat yang lain ??
Ingat lah kawan hidup ini bukan cuma sekedarnya, masih ada generasi penerus, lihatlah pemanasan global dan perubahan cuaca sudah berlaku, alam tidak merasakan, kitalah yang merasakan akibatnya, alam bukan sebab, kitalah sebabnya. Belajarlah supaya tidak jadi budak, mengajarlah supaya kita menjadi bangsa yang pandai, ingat ilmu tidak bisa di bawa mati dan ilmu itu adalah milik Tuhan semata.
CIA: JANGAN GUSUR TANAHKU, JANGAN REBUT BUAHKU
(Narasi Gadis Kecil yang belum mengerti tentang sebuah duka)
Dia berlari, tertawa dan menyanyi bersama kakak-kakanya. Tak tergambar aura kesedihan dan duka di wajahnya. Yah dia memang belum mengerti dan paham bahwa ayah dan ibu serta kakak-kakaknya sedang dilanda duka akibat ulah pertambangan yang terus menggusur tanahnya tempat ia bermain, dan menabur benih-benih masa depannya. Dia seakan sudah akrab dengan tanah kampungnya. Dia begitu lincah berjalan di antara rerumputan dan lumpur meski tak bersandal. Dia begitu lincah menghindari lumpur dalam suara nyanyian bersama kakak-kakaknya. Saat kugendong dia ketika melewati jalan berlumpur, dia meminta untuk turun dari rangkulan dan gendonganku. Dia seakan lebih menikmati jalanan kampungnya bersama kakak-kakaknya dari pada menikmati gendonganku. Aku menurunkannya, dan diapun bergabung bersama kakak-kakaknya sambil menyanyikan lagu- lagu sekolah Minggu sepanjang jalan di saat kami melakukan survei dan pengambilan foto di kampungnya.
Dia begitu menikmati keindahan alam kampungnya yang ditumbuhi aneka macam pohon buah: kelengkeng, isau, rambutan, durian dan lainnya serta tanaman lainnya seperti: cokelat, kopi, kelapa dan lainnya. Hijaunya alam kampungnya menjadi nikmat perjalanan dia bersama kakak-kakaknya. Dia bersama kakak-kakaknya lebur dalam kegembiraan siang ini, bermesrah bersama saya, Mbak Nyar, Sarah dan teman-teman lainnya. Dia bersama kakak-kakaknya menggandeng tangan kami seakan sedang berbagi sukacita bersama kami di tengah duka yang dialami oleh bapak, mama, tante, om dan kakek serta neneknya. Kemanapun kami mampir, dia setia mengikuti bahkan berlari mendahului sambil tertawa dan berteriak kegirangan bersama kakak-kakaknya. Dari wajahnya seakan sedang membisikan kepadaku; jaga tanahku, tanah leluhurku, masa depanku. Dia bersama kakak-kakaknya tidak rebutan untuk menikmati buah. Mereka saling berbagi, satu buah dinikmati bersama, seakan sedang menuliskan kepada kami, satu tanah milik kami bersama.
Demi dia, kakak- kakaknya rela membagikan kepadanya sebagian buah “nangka hutan” untuk dinikmatinya sendiri. Sedang kakak-kakaknya menikmati bagian yang lain tanpa saling berebut seakan sedang mengisahkan sebuah narasi kekeluargaan anak-anak kampung.
Dia begitu menikmati alamnya, terpesona dengan kampungnya dalam tawa riang menatap kakak- kakaknya bergelantungan ria di atas dahan-dahan pohon “nangka hutan”. Dia tetap menikmati buah “nangka hutan” di tanganya sambil bergembira bersama kakak-kakaknya melintasi jalan berumput yang didandani lumpur. Gadis kecil yang menampakan sebuah kebahagiaan dan sukacita, tinggal di kampungnya yang sudah menjadi rumah masa depannya.
Dia, gadis mungil yang belum mengerti tentang situasinya kini, berada dalam kepungan pertambangan batu bara adalah Cia demikian dia disapa keluarga sekampungnya. Dengan sebagian buah “nangka hutan” yang belum habis dinikmatinya, dan buah kelengkeng serta buah isau yang telah disantap di rumahnya; seakan sedang berteriak lantang kepada kami, kepada kita, kepada mereka; “JANGAN GUSUR TANAHKU, JANGAN REBUT BUAHKU: TANAH, BUAH, KAMPUNGKU MASA DEPANKU!! Mendengar ratapan Cia tak berucap, mendengar jeritannya tak berkata, tergambar dari wajah mungilnya yang belum mengerti sebuah duka dan derita; kutitipkan pesan singkat padanya meski dia sendirpun belum mengerti dan paham arti sebuah pesan dariku; “CIA SEKOLAH YANG RAJIN YAH...”Iya jawabnya singkat, jawabnya yang menggemakan kembali: “JANGAN GUSUR TANAHKU, JANGAN REBUT BUAHKU”: TANAH TEMPAT AKU BERSAMA KAKAK-KAKAKU BERMAIN, BUAH MASA DEPANKU KELAK. KARENA AKU BISA MENCAPAI CITA-CITA TANPA HARUS ADA TAMBANG BATU BARA, TETAPI DARI ANEKA POHON BUAH, TANAMAN YANG MENGHIJAU DI KAMPUNGKU.
Salamku: Cia-gadis mungil yang belum mengerti arti sebuah derita
Dikisahkan oleh Lie Jelivan MSF
Feb 12 at 11:47pm · Like · Follow Post
Wence Sitara and 3 others like this.
Sari A Asmir
:( ...
Feb 13 at 7:14am · Like
Vircentia Ling
Saya tiba2 teringat sebuah lagu lama, entah lagunya siapa dan juga lupa liriknya, intinya adalah Indonesia adalah negara yg kaya, apapun juga yg ditanam pasti hidup dan menghasilkan.
Mungkin itu kondisi berpuluhan atau seratus tahun yang lalu.
Sayang, kita tidak menyadari hal itu, kita lebih terfokus pada kekayaan alam yang jika dieksploitasi bisa langsung menjadikan negeri ini makmur, tapi kenyataannya adalah kita malah merusak keseimbangan alam, hingga tanah menjadi rusak dan berbagai bencana mengancam,,,
Kemakmuran yg diharapkan hanyalah mimpi di siang bolong, karena hasilnya hanya dinikmati sang penguasa dan pengusaha. Ironis sekali.
Jika kita bisa menghentikannya sekarang dan memulai kembali menggarap tanah, mungkin masih belum terlambat.
Majulah saudaraku!
Jangan lelah ya!!!
GBU :)
Dia berlari, tertawa dan menyanyi bersama kakak-kakanya. Tak tergambar aura kesedihan dan duka di wajahnya. Yah dia memang belum mengerti dan paham bahwa ayah dan ibu serta kakak-kakaknya sedang dilanda duka akibat ulah pertambangan yang terus menggusur tanahnya tempat ia bermain, dan menabur benih-benih masa depannya. Dia seakan sudah akrab dengan tanah kampungnya. Dia begitu lincah berjalan di antara rerumputan dan lumpur meski tak bersandal. Dia begitu lincah menghindari lumpur dalam suara nyanyian bersama kakak-kakaknya. Saat kugendong dia ketika melewati jalan berlumpur, dia meminta untuk turun dari rangkulan dan gendonganku. Dia seakan lebih menikmati jalanan kampungnya bersama kakak-kakaknya dari pada menikmati gendonganku. Aku menurunkannya, dan diapun bergabung bersama kakak-kakaknya sambil menyanyikan lagu- lagu sekolah Minggu sepanjang jalan di saat kami melakukan survei dan pengambilan foto di kampungnya.
Dia begitu menikmati keindahan alam kampungnya yang ditumbuhi aneka macam pohon buah: kelengkeng, isau, rambutan, durian dan lainnya serta tanaman lainnya seperti: cokelat, kopi, kelapa dan lainnya. Hijaunya alam kampungnya menjadi nikmat perjalanan dia bersama kakak-kakaknya. Dia bersama kakak-kakaknya lebur dalam kegembiraan siang ini, bermesrah bersama saya, Mbak Nyar, Sarah dan teman-teman lainnya. Dia bersama kakak-kakaknya menggandeng tangan kami seakan sedang berbagi sukacita bersama kami di tengah duka yang dialami oleh bapak, mama, tante, om dan kakek serta neneknya. Kemanapun kami mampir, dia setia mengikuti bahkan berlari mendahului sambil tertawa dan berteriak kegirangan bersama kakak-kakaknya. Dari wajahnya seakan sedang membisikan kepadaku; jaga tanahku, tanah leluhurku, masa depanku. Dia bersama kakak-kakaknya tidak rebutan untuk menikmati buah. Mereka saling berbagi, satu buah dinikmati bersama, seakan sedang menuliskan kepada kami, satu tanah milik kami bersama.
Demi dia, kakak- kakaknya rela membagikan kepadanya sebagian buah “nangka hutan” untuk dinikmatinya sendiri. Sedang kakak-kakaknya menikmati bagian yang lain tanpa saling berebut seakan sedang mengisahkan sebuah narasi kekeluargaan anak-anak kampung.
Dia begitu menikmati alamnya, terpesona dengan kampungnya dalam tawa riang menatap kakak- kakaknya bergelantungan ria di atas dahan-dahan pohon “nangka hutan”. Dia tetap menikmati buah “nangka hutan” di tanganya sambil bergembira bersama kakak-kakaknya melintasi jalan berumput yang didandani lumpur. Gadis kecil yang menampakan sebuah kebahagiaan dan sukacita, tinggal di kampungnya yang sudah menjadi rumah masa depannya.
Dia, gadis mungil yang belum mengerti tentang situasinya kini, berada dalam kepungan pertambangan batu bara adalah Cia demikian dia disapa keluarga sekampungnya. Dengan sebagian buah “nangka hutan” yang belum habis dinikmatinya, dan buah kelengkeng serta buah isau yang telah disantap di rumahnya; seakan sedang berteriak lantang kepada kami, kepada kita, kepada mereka; “JANGAN GUSUR TANAHKU, JANGAN REBUT BUAHKU: TANAH, BUAH, KAMPUNGKU MASA DEPANKU!! Mendengar ratapan Cia tak berucap, mendengar jeritannya tak berkata, tergambar dari wajah mungilnya yang belum mengerti sebuah duka dan derita; kutitipkan pesan singkat padanya meski dia sendirpun belum mengerti dan paham arti sebuah pesan dariku; “CIA SEKOLAH YANG RAJIN YAH...”Iya jawabnya singkat, jawabnya yang menggemakan kembali: “JANGAN GUSUR TANAHKU, JANGAN REBUT BUAHKU”: TANAH TEMPAT AKU BERSAMA KAKAK-KAKAKU BERMAIN, BUAH MASA DEPANKU KELAK. KARENA AKU BISA MENCAPAI CITA-CITA TANPA HARUS ADA TAMBANG BATU BARA, TETAPI DARI ANEKA POHON BUAH, TANAMAN YANG MENGHIJAU DI KAMPUNGKU.
Salamku: Cia-gadis mungil yang belum mengerti arti sebuah derita
Dikisahkan oleh Lie Jelivan MSF
Feb 12 at 11:47pm · Like · Follow Post
Wence Sitara and 3 others like this.
Sari A Asmir
:( ...
Feb 13 at 7:14am · Like
Vircentia Ling
Saya tiba2 teringat sebuah lagu lama, entah lagunya siapa dan juga lupa liriknya, intinya adalah Indonesia adalah negara yg kaya, apapun juga yg ditanam pasti hidup dan menghasilkan.
Mungkin itu kondisi berpuluhan atau seratus tahun yang lalu.
Sayang, kita tidak menyadari hal itu, kita lebih terfokus pada kekayaan alam yang jika dieksploitasi bisa langsung menjadikan negeri ini makmur, tapi kenyataannya adalah kita malah merusak keseimbangan alam, hingga tanah menjadi rusak dan berbagai bencana mengancam,,,
Kemakmuran yg diharapkan hanyalah mimpi di siang bolong, karena hasilnya hanya dinikmati sang penguasa dan pengusaha. Ironis sekali.
Jika kita bisa menghentikannya sekarang dan memulai kembali menggarap tanah, mungkin masih belum terlambat.
Majulah saudaraku!
Jangan lelah ya!!!
GBU :)
Manusia sang Perusak
Meski sadar bumi yang tua ini terus tercemar,manusia belum juga menghentikan sifat merusaknya. Apa sebenarnya yang
menyebabkan kita belum mau ‘go green’? Jawaban dari persoalan tersebut di atas, sebenarnya cukup sederhana: kita butuh target. Hal inilah yang diusulkan pekerja di Bandara Internasional Schiphol di Amsterdam, Belanda.
Mereka memiliki cara yang kreatif membuat orang lebih
bersih. Misalnya di toilet pria, dipasang gambar lalat rumah
di bagian dalamnya yang menjadi target untuk
mengarahkan air seni. Dalam waktu sehari, jumlah air seni salah yang ‘ arah’ turun hingga 80%. Contoh ini merupakan
sentilan‘’ yang dibutuhkan, cara halus untuk
mempengaruhi sikap seseorang tanpa menawarkan insentif berupa materi atau bahkan menerapkan hukuman jika
mereka tidak melakukannya. Biasanya“ untuk membuat
seseorang melakukan sesuatu, pemerintah atau orangtua membuat peraturan atau menawarkan
hadiah,” ujar ekonom Richard Thaler, rekan akademik Cass
Sunstein yang mempopulerkan konsep sentil‘’ atau nudge.
Sadar atau tidak, sentilan ini banyak terjadi dalam
keseharian kita. Mulai dari garis pembatas jalan yang membuat pengendara berjalan di dalam lajurnya hingga bungkus permen yang menyolok dan
membuat tertarik orang membelinya. Setiap pengaruhnya,
bukanlah hal baru. Tapi Thaler dan Sunstein setuju
sentilan ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar
demi tujuan bersama. Bayangkan“ lingkungan Anda
didesain untuk membantu membuat keputusan,” lanjut
Thaler. Lalu bagaimana kita menyentil orang agar mau
peduli terhadap lingkungannya?
Menurut filsuf tingkah laku University of Southern Denmark Pelle Hansen, tingkah laku manusia umumnya berasal
dari kebiasaan. Kita“ berlama-lama mandi,
meninggalkan benda elektronik dalam keadaan
nyala dan membuang sampah sembarangan. Ini
bagian dari kebiasaan yang tak membutuhkan banyak
pemikiran,” ujar pria yang juga mengepalai Danish
Nudging Network (DNN). Tingkah laku otomatis ini,
lanjutnya, bahkan tak lagi menarik bagi orang yang
melakukannya. Apalagi demi planet ini. Misalnya
membuang sampah sembarangan, yang mengurangi kualitas
lingkungan bersama. Sebuah studi dilakukan Hensen dan DNN di Ibukota Denmark, Copenhagen.
Mereka membagikan seribu permen di jalanan dan
memeriksa tempat sampah. Hal sama kembali dilakukan,
dengan sedikit perbedaan. Kali ini, tim Hensen memasang stiker jejak berwarna hijau yang
mengarah ke tempat sampah. Hasilnya, bungkus
permen yang dibuang sembarangan berkurang Ini46%. “ menarik perhatian mereka,” ujarnya. Langkah serupa dicoba oleh sebuah gedung kantor di Amsterdam, yang merancangnya sedemikian rupa sehingga pengunjung
memilih naik tangga ketimbang menggunakan
elevator yang boros energi. Mereka memasang stiker merah di lantai yang mengarahkan pengunjung ke tangga. Hasilnya, terjadi peningkatan 70% dari jumlah pengunjung yang naik tangga, dalam waktu 24 jam pengambilan sampel. Jadi“, ada kekuatan yang mengendalikan. Penasaran,
hal-hal baru dan efek bola salju akan terjadi jika Anda
tiba-tiba melihat orang ramai-ramai naik tangga,” pungkas Thaler.
Lalu, siapa yang harus disentil,pemerintah atau seluruh manusia?
menyebabkan kita belum mau ‘go green’? Jawaban dari persoalan tersebut di atas, sebenarnya cukup sederhana: kita butuh target. Hal inilah yang diusulkan pekerja di Bandara Internasional Schiphol di Amsterdam, Belanda.
Mereka memiliki cara yang kreatif membuat orang lebih
bersih. Misalnya di toilet pria, dipasang gambar lalat rumah
di bagian dalamnya yang menjadi target untuk
mengarahkan air seni. Dalam waktu sehari, jumlah air seni salah yang ‘ arah’ turun hingga 80%. Contoh ini merupakan
sentilan‘’ yang dibutuhkan, cara halus untuk
mempengaruhi sikap seseorang tanpa menawarkan insentif berupa materi atau bahkan menerapkan hukuman jika
mereka tidak melakukannya. Biasanya“ untuk membuat
seseorang melakukan sesuatu, pemerintah atau orangtua membuat peraturan atau menawarkan
hadiah,” ujar ekonom Richard Thaler, rekan akademik Cass
Sunstein yang mempopulerkan konsep sentil‘’ atau nudge.
Sadar atau tidak, sentilan ini banyak terjadi dalam
keseharian kita. Mulai dari garis pembatas jalan yang membuat pengendara berjalan di dalam lajurnya hingga bungkus permen yang menyolok dan
membuat tertarik orang membelinya. Setiap pengaruhnya,
bukanlah hal baru. Tapi Thaler dan Sunstein setuju
sentilan ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar
demi tujuan bersama. Bayangkan“ lingkungan Anda
didesain untuk membantu membuat keputusan,” lanjut
Thaler. Lalu bagaimana kita menyentil orang agar mau
peduli terhadap lingkungannya?
Menurut filsuf tingkah laku University of Southern Denmark Pelle Hansen, tingkah laku manusia umumnya berasal
dari kebiasaan. Kita“ berlama-lama mandi,
meninggalkan benda elektronik dalam keadaan
nyala dan membuang sampah sembarangan. Ini
bagian dari kebiasaan yang tak membutuhkan banyak
pemikiran,” ujar pria yang juga mengepalai Danish
Nudging Network (DNN). Tingkah laku otomatis ini,
lanjutnya, bahkan tak lagi menarik bagi orang yang
melakukannya. Apalagi demi planet ini. Misalnya
membuang sampah sembarangan, yang mengurangi kualitas
lingkungan bersama. Sebuah studi dilakukan Hensen dan DNN di Ibukota Denmark, Copenhagen.
Mereka membagikan seribu permen di jalanan dan
memeriksa tempat sampah. Hal sama kembali dilakukan,
dengan sedikit perbedaan. Kali ini, tim Hensen memasang stiker jejak berwarna hijau yang
mengarah ke tempat sampah. Hasilnya, bungkus
permen yang dibuang sembarangan berkurang Ini46%. “ menarik perhatian mereka,” ujarnya. Langkah serupa dicoba oleh sebuah gedung kantor di Amsterdam, yang merancangnya sedemikian rupa sehingga pengunjung
memilih naik tangga ketimbang menggunakan
elevator yang boros energi. Mereka memasang stiker merah di lantai yang mengarahkan pengunjung ke tangga. Hasilnya, terjadi peningkatan 70% dari jumlah pengunjung yang naik tangga, dalam waktu 24 jam pengambilan sampel. Jadi“, ada kekuatan yang mengendalikan. Penasaran,
hal-hal baru dan efek bola salju akan terjadi jika Anda
tiba-tiba melihat orang ramai-ramai naik tangga,” pungkas Thaler.
Lalu, siapa yang harus disentil,pemerintah atau seluruh manusia?
Langganan:
Postingan (Atom)