Manusia sang Perusak

Meski sadar bumi yang tua ini terus tercemar,manusia belum juga menghentikan sifat merusaknya. Apa sebenarnya yang
menyebabkan kita belum mau ‘go green’? Jawaban dari persoalan tersebut di atas, sebenarnya cukup sederhana: kita butuh target. Hal inilah yang diusulkan pekerja di Bandara Internasional Schiphol di Amsterdam, Belanda.
Mereka memiliki cara yang kreatif membuat orang lebih
bersih. Misalnya di toilet pria, dipasang gambar lalat rumah
di bagian dalamnya yang menjadi target untuk
mengarahkan air seni. Dalam waktu sehari, jumlah air seni salah yang ‘ arah’ turun hingga 80%. Contoh ini merupakan
sentilan‘’ yang dibutuhkan, cara halus untuk
mempengaruhi sikap seseorang tanpa menawarkan insentif berupa materi atau bahkan menerapkan hukuman jika
mereka tidak melakukannya. Biasanya“ untuk membuat
seseorang melakukan sesuatu, pemerintah atau orangtua membuat peraturan atau menawarkan
hadiah,” ujar ekonom Richard Thaler, rekan akademik Cass
Sunstein yang mempopulerkan konsep sentil‘’ atau nudge.
Sadar atau tidak, sentilan ini banyak terjadi dalam
keseharian kita. Mulai dari garis pembatas jalan yang membuat pengendara berjalan di dalam lajurnya hingga bungkus permen yang menyolok dan
membuat tertarik orang membelinya. Setiap pengaruhnya,
bukanlah hal baru. Tapi Thaler dan Sunstein setuju
sentilan ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar
demi tujuan bersama. Bayangkan“ lingkungan Anda
didesain untuk membantu membuat keputusan,” lanjut
Thaler. Lalu bagaimana kita menyentil orang agar mau
peduli terhadap lingkungannya?
Menurut filsuf tingkah laku University of Southern Denmark Pelle Hansen, tingkah laku manusia umumnya berasal
dari kebiasaan. Kita“ berlama-lama mandi,
meninggalkan benda elektronik dalam keadaan
nyala dan membuang sampah sembarangan. Ini
bagian dari kebiasaan yang tak membutuhkan banyak
pemikiran,” ujar pria yang juga mengepalai Danish
Nudging Network (DNN). Tingkah laku otomatis ini,
lanjutnya, bahkan tak lagi menarik bagi orang yang
melakukannya. Apalagi demi planet ini. Misalnya
membuang sampah sembarangan, yang mengurangi kualitas
lingkungan bersama. Sebuah studi dilakukan Hensen dan DNN di Ibukota Denmark, Copenhagen.
Mereka membagikan seribu permen di jalanan dan
memeriksa tempat sampah. Hal sama kembali dilakukan,
dengan sedikit perbedaan. Kali ini, tim Hensen memasang stiker jejak berwarna hijau yang
mengarah ke tempat sampah. Hasilnya, bungkus
permen yang dibuang sembarangan berkurang Ini46%. “ menarik perhatian mereka,” ujarnya. Langkah serupa dicoba oleh sebuah gedung kantor di Amsterdam, yang merancangnya sedemikian rupa sehingga pengunjung
memilih naik tangga ketimbang menggunakan
elevator yang boros energi. Mereka memasang stiker merah di lantai yang mengarahkan pengunjung ke tangga. Hasilnya, terjadi peningkatan 70% dari jumlah pengunjung yang naik tangga, dalam waktu 24 jam pengambilan sampel. Jadi“, ada kekuatan yang mengendalikan. Penasaran,
hal-hal baru dan efek bola salju akan terjadi jika Anda
tiba-tiba melihat orang ramai-ramai naik tangga,” pungkas Thaler.
Lalu, siapa yang harus disentil,pemerintah atau seluruh manusia?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar