Inilah persepsi yg salah tentang Earth Hour:

Inilah persepsi yg salah tentang Earth Hour:

1.Earth Hour = black out / mati lampu PLN.
- Earth Hour tidak sama dengan mati lampu dari PLN. Earth Hour merupakan sebuah gerakan penghematan energi yang dilakukan individu secara sukarela dengan tujuan untuk mengubah gaya hidup

... 2. Buat apa mematikan lampu kalau mampu bayar listrik
- Ketergantungan manusia kepada listrik dari masa ke masa semakin meningkat. Sementara, pembangkit listrik mayoritas berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang mengeluarkan gas rumah kaca (GRK) berupa karbon dioksida (CO²), dan TERBUKTI berakibat langsung terhadap kenaikan dramatis suhu rata-rata Bumi.

3. Earth Hour adalah kampanye global yang “memaksa” kita untuk mengikuti kemauan negara maju.
- Kampanye Earth Hour tidak pernah memaksa orang untuk melakukan sesuatu atau mengikuti keinginan negara maju karena penghematan energi sejatinya harus dilakukan oleh semua orang di belahan negara manapun, tidak hanya negara maju. Justru sebagai negara berkembang yang banyak bergantung pada potensi sumber daya alam dan membutuhkan listrik untuk mendukung pembangunan, Indonesia harus menjaga kebutuhan ekstraksi alamnya agar tidak berkontribusi besar menjadi salah satu pengemisi terbesar di dunia, dan tetap dapat melanjutkan upaya memenuhi kebutuhan penduduk yang makin besar setiap tahun, termasuk dari sisi energi.

4. Earth Hour hanya kampanye sehari satu tahun sekali dan lebih kepada seremonial saja
- Earth Hour hanya merupakan ALAT, bukan TUJUAN, jadi kegiatan Earth Hour merupakan salah satu cara untuk menyadarkan kita akan pentingnya penghematan energi dan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menyelamatkan lingkungan dengan setiap aksi kecil yang mereka lakukan

5. Earth Hour tidak cocok untuk Indonesia karena Indonesia sering mati lampu
- Mati lampu terjadi karena adanya pergiliran pasokan energi listrik untuk daerah-daerah tertentu. Justru Earth Hour bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk dapat menghemat energi karena: Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, setara dengan mematikan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa

6. Earth Hour lebih baik ditujukan kepada kalangan industri atau korporasi
- Ternyata justru rumah tangga merupakan pengkonsumsi energi listrik terbesar, yaitu sebesar 33%, sementara industri dan korporasi masing-masing sebesar 30% (data tahun 2008)

7. Daya listrik yang dihasilkan setelah mematikan lampu selama 1 jam lebih banyak daripada daya listrik yang dihemat saat mematikan lampu selama 1 jam tersebut
- Besarnya daya listrik sebuah peralatan elektonik tidak akan melampaui daya yang dibutuhkan meskipun pada saat baru dinyalakan.

8. Alat² listrik akan cepat rusak jika kita cabut-colok dari steker
- Alat listrik akan cepat rusak jika cabut-colok dari steker dengan tidak hati-hati dan sembarangan sehingga menimbulkan konsleting atau arus pendek listrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar