KRISTEN -Jika kita MARAH, selama 5 menit saja, maka
imunitas sistem tubuh kita akan depressi 6 jam. -Jika kita menyimpan kepahitan atau dendam,
maka imunitas tubuh kita mati,disitulah bermula
awal segala penyakit, STRESS, Kolesterol
tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rheumatik,
arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan
pembuluh darah). Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS,
maka kita sering mengalami GANGGUAN
PENCERNAAN. -Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita
mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG. -Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita
akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA
(susah tidur). -Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN,
maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG
BELAKANG BAGIAN BAWAH. -Jika kita sering membiarkan diri kita merasa
TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan
mudah terkena penyakit GINJAL. -Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING,
maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA
(penyakit sulit mencerna) -Jika kita mudah EMOSI dan cendrung
PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap
penyakit HEPATITIS. -Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah
peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan
berpotensi mengalami PENURUNAN
KEKEBALAN TUBUH. -Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua
persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan
penyakit DIABETES. -Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita
bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS
(memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang). -Jika kita sering BERSEDIH dan merasa selalu
RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit
LEUKEMIA (kanker darah putih).
____________________________________________
____
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan
bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA
dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh
untuk mengusir segala penyakit-penyakit
tersebut diatas.(HATI Yg GEMBIRA adalah
OBAT).

Beberapa hal yang membedakan Indonesia dan Jepang

1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang2 pada baca buku atau tidur.

... Indonesia: Orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun dan tidur.

2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.

Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/ dilempar ke luar jendela.

3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.

Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.

Indonesia: Tengok ke kiri, ada yg ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh Guru/dosen:
Jepang: Hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.

Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.

Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?

Indonesia: Jalanan macet, parkiran dimana-mana, dan yang nyeleneh banyaknya para anak remaja labil yang pamer suara rombeng knalpot.

8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.

Indonesia: Banyak oknum pake seragam putih abu-abu pada keluyuran di mall-mall.

9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.

Indonesia: Mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.

10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.

Indonesia: Gengsi dooonk… Masa’ naik angkot?!

11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting…tong…semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.

Indonesia: Salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/ sekolah.

Indonesia: Nyantai aja cing…! Si boss juga paling datengnya telat!
ckckckckkckc.. :B

Al-kalam

Titik Mula Puisi



Kata, suku kata, kelompok kata

adalah bintang-bintang yang berputar

menuju pusat abadi.

Dua tubuh, banyak wujud

datang bersama dalam satu kata.



Kertas terbungkus tinta tak terhapus

yang tak seorang pun pernah mengucapkannya

tak seorang pun pernah mencatatnya.

Jatuh di halaman buku, menyala

membakar dan mengigau di sana.



Maka puisi pun ada. Dan cinta terwujud.

Bahkan jika aku tak lahir

puisi harus ada

Sebab apa yang puisi persiapkan

adalah suatu keharusan cinta.Puisi adalah puncak pencapaian derita penyair.



Tiba tengah hari, pohon-pohon raksasa berdaun lebat

tak terkalahkan. Dalam gedung lelaki dan perempuan

menyanyikan lagu matahari

menawarkan benda-benda tembus cahaya.



Tubuhku terbungkus puisi adalah puncak pencapaian derita penyair.

Tiba tengah hari, pohon-pohon raksasa berdaun lebat

tak terkalahkan. Dalam gedung lelaki dan perempuan

menyanyikan lagu matahari

menawarkan benda-benda tembus cahaya.



Tubuhku terbungkus buih ombak berwarna kuning.

Dan tak ada lagi milikku

akan bicara melalui suaraku.

Ketika sejarah tidur, ia akan bicara dalam mimpi:

di dahi orang-orang tidur puisi adalah sebuah rasi darah.



Ketika sejarah terjaga, khayal diterjemahkan ke dalam tindakan.

Puisi ambil bagian. Puisi mulai bertindak.

Dan apa yang kauimpikan

itu yang kaudapatkan.





"Anthology of words" Octavio Paz 1990

Kecamuk Cinta Yang Sekarat

Bahasa tentang keheningan, kedamaian yang begitu meluap, membuat kesegaran dan rasa syukur. Serupa penantian panjang menuju oase. Perasaan yang membuat hati ingin bersenandung gembira atau pada saat yang lain membuat perasaan merasakan kerinduan yang sangat, hingga menjerit putus asa.

Adalah sebuah wujud kesedihan menyelusup dihati, kepedihan yang tidak dimengerti. Pada saat yang sama, terasa begitu dekat. Sebuah alasan untuk kerinduan, kerinduan yang membawa kepada kenikmatan yang manis, teresapi dalam keheningan. Adalah sebuah tarian, tarian yg menyentuh kalbu, tarian yang mendidik emosi dengan segenap kekuatan. Terkadang membingungkan, semakin terhanyut, godaanpun semakin menggila. Karenanya, hanya akan menghambat kejiwaan siapapun yang masih mempertuturkan kesenangan syahwat dan kepuasan hawa nafsunya semata.

Sebelum menari, kalbu harus bersih dari segala keterkaitan atau keterikatan. Tidak semua orang bersedia terbakar untuk sampai atau mengerti. Dengannya semua kesunyian akan lebih hidup dibandingkan hiruk pikuk kota Mekah.

Cinta adalah ujian, makanan jiwa dan hati. Tetapi hati, yang memiliki kekuasaan atas cinta, terkadang berkehendak lain. Hati ingin menerima segalanya dengan lapang. Hati mengingini segala hal, apa yang dipandang baik atau buruk, apa yang dianggap bahagia atau apapun yang disangka sebagai penderitaan, dan hati tidak mengenal imbalan ataupun hukuman.

Dan bila sang pencipta telah berkehendak, siapapun yang mencinta, bercinta, dan atau mencintai, akan masuk kesisi lain dunia, sisi yang disebut sebagai dunia tanpa dimensi, dunia yang tidak dikenal. Harta karun terpendam di jalanan dunia itu, harta yang akan menghapiri tanpa dicari dengan kesadaran penuh. Tetapi kepedihan harus dijalin erat-erat dengan cinta dan kesabaran. Jangan biarkan kepedihan menjadi racun dalam pencarian harta karun cinta.

Ada banyak hal yang tidak boleh ternoda oleh kata-kata. Bermacam bentuk dan bunyi dari cinta mewujud. Dengan musik, cinta kembali menyapa. Musik membangkitkan jiwa, mengeluarkan penyumbat telinga hati. Bukan hanya kata-kata, tetapi musik dan nyanyian juga menghangatkan bahkan membakar hati. Dengannyalah, terkadang hati mulai lunak dan membangun apa itu yang disebut cinta.

Suara, nada-nada, dan harmoni pada musik menyatu, menghantarkan kelembutan yang mempesona. Suara yang menghanyutkan dan terkadang membuat sekujur tubuh bergemetar. Kemudian, pada saat yang lain, nada-nada dalam musik berubah menjadi pisau yang sangat tajam, membuat hati terhenyak dan terengah-engah. Sebuah harmoni yang membuat jiwa menari, mendaki, kemudian membungkuk, memohon, meratap, kembali bangkit, dan pada akhirnya, jiwa serasa dipenuhi kegembiraan yang hening, tapi tak lama kemudian, perasaan kembali dihancurkan oleh kepedihan tiada tara. Dialah pembawa hati menuju arus sang bening, dialah senar harpa, dia dicabik sekaligus menjadikan utuh. Kemudian, segalanya tiba-tiba saja menghilang.

Cinta adalah seekor merpati, yang dengannya jiwa akan dibawa terbang setinggi mungkin. Dan pada saatnya nanti, akan kembali, mendarat, meninabobokan jiwa-jiwa yang sekarat pada sarangn yang hangat. Tapi cinta ternyata sayap raksasa yang dapat menyelimuti dan melindungi. Sayap-sayap yang bisa saja, jika berkehendak, membawa jiwa kesisi lain dunia. Sinar matahari bisa saja disamarkan oleh gumpalan awan, tapi cahaya sang surya tetap menyinari permukaan bumi. Sang mawar bisa saja bersembunyi, tapi sang angin akan menyebarkan keharumannya. Hati bisa saja merasakan apapun, tapi jiwa tidak pernah berhenti bercakap-cakap.



Pare 29 03 12



“…..dan sang api maupun mawar adalah satu”

T.S. Eliot



“Semua bunga mawar, meski sisi luarnya kelihatan seperti duri; Itulah cahaya belukar terbakar, meski terlihat seperti api!”

Jalaludin Rumi