Titik Mula Puisi
Kata, suku kata, kelompok kata
adalah bintang-bintang yang berputar
menuju pusat abadi.
Dua tubuh, banyak wujud
datang bersama dalam satu kata.
Kertas terbungkus tinta tak terhapus
yang tak seorang pun pernah mengucapkannya
tak seorang pun pernah mencatatnya.
Jatuh di halaman buku, menyala
membakar dan mengigau di sana.
Maka puisi pun ada. Dan cinta terwujud.
Bahkan jika aku tak lahir
puisi harus ada
Sebab apa yang puisi persiapkan
adalah suatu keharusan cinta.Puisi adalah puncak pencapaian derita penyair.
Tiba tengah hari, pohon-pohon raksasa berdaun lebat
tak terkalahkan. Dalam gedung lelaki dan perempuan
menyanyikan lagu matahari
menawarkan benda-benda tembus cahaya.
Tubuhku terbungkus puisi adalah puncak pencapaian derita penyair.
Tiba tengah hari, pohon-pohon raksasa berdaun lebat
tak terkalahkan. Dalam gedung lelaki dan perempuan
menyanyikan lagu matahari
menawarkan benda-benda tembus cahaya.
Tubuhku terbungkus buih ombak berwarna kuning.
Dan tak ada lagi milikku
akan bicara melalui suaraku.
Ketika sejarah tidur, ia akan bicara dalam mimpi:
di dahi orang-orang tidur puisi adalah sebuah rasi darah.
Ketika sejarah terjaga, khayal diterjemahkan ke dalam tindakan.
Puisi ambil bagian. Puisi mulai bertindak.
Dan apa yang kauimpikan
itu yang kaudapatkan.
"Anthology of words" Octavio Paz 1990
Tidak ada komentar:
Posting Komentar